Ini Cara Berpikir Orang Kaya Tentang Uang

Ilustrasi orang kaya dan sukses
Sumber :
  • inmagine

VIVA.co.id – Banyak hal yang membedakan orang kaya dengan kebanyakan orang. Salah satunya adalah cara berpikir yang tidak biasa, khususnya jika berkaitan dengan uang. Namun, gaya berpikir orang-orang sukses justru menarik untuk diamati. 

Sebab, kita bisa banyak belajar dan siapa tahu dapat mengikuti jejak sukses mereka. Berikut ini empat contoh pikiran orang kaya tentang uang.

1. Kebanyakan orang fokus menabung, orang yang kaya fokus meningkatkan penghasilan

Kebanyakan dari kita diajarkan untuk menabung agar kaya, namun justru berakhir dengan hidup pas-pasan. Rata-rata penghasilan karyawan kantoran di Jakarta senilai Rp6 juta.

Jika bisa menabung 10 persen dari Rp6 juta per bulan, selama setahun akan terkumpul Rp7,2 juta. Hal inilah yang dipahami oleh orang kaya bahwa menabung bukanlah cara menjadi kaya. Orang-orang kaya juga menabung, namun hal pertama yang mereka lakukan justru fokus meningkatkan penghasilan sehingga persentase simpanan juga meningkat.

2. Bagi kebanyakan orang bisnis adalah risiko, orang kaya melihatnya sebagai jalan tol menuju kesuksesan.

Kebanyakan orang punya cara berfikir yang linear soal uang. Contohnya, jika saya bisa menghasilan x rupiah dalam sejam, saya harus bekerja lebih lama lagi untuk menghasilkan lebih.

Lucunya, orang-orang pintar juga berpikiran sama. Mereka mengejar gelar pendidikan setinggi-tingginya untuk meningkatkan penghasilan. Di sisi lain, orang kaya justru berburu ide yang bisa menjadi jalan keluar atas masalah orang kebanyakan dan memperoleh uang dari ide tersebut.

3. Kebanyakan orang menggunakan uang secara emosional, orang kaya justru menggunakan logika

Banyak orang, bahkan mereka yang terpelajar sekalipun, tidak bisa mengontrol dirinya saat menggunakan uang. Ada yang takut, namun ada juga yang mudah menghabiskan uang. Sementara itu, orang kaya tidak melihat uang sebagai hal yang harus ditakutkan untuk habis melainkan alat umtuk mendapatkan peluang dan pilihan yang lebih baik.

4. Hobi orang miskin menghabiskan uang, orang kaya menjadikan hobi sebagai investasi

Hobi kebanyakan orang justru membuat kekayaan menurun. Kebanyakan orang menyukai hobi yang tidak punya nilai ekonomi, atau justru membuat kekayaan semakin menurun.

Contohnya seperti hobi belanja, hura-hura atau jalan-jalan. Sementara itu, orang kaya justru berinvestasi pada hobi. Banyak orang kaya berinvestasi pada lukisan, perhiasan atau barang-barang seni yang harganya bisa meningkat.

Orang-orang kaya yang memiliki indra penciuman kuat pada uang cenderung memiliki hobi pada sesuatu yang langka. Mereka yakin nilai barang hobi mereka akan membuat mereka untung di suatu saat. (asp)