28-5-1991: Ibu Kota Ethiopia Jatuh ke Tangan Pemberontak

Meles Zenawi, pemimpin EPRDF yang menjadi Presiden Ethiopia usai menyingkirkan junta militer komunis.
Sumber :
  • www.africaresource.com

VIVA.co.id – Pada 25 tahun silam, ibu kota Ethiopia, Addis Ababa, jatuh ke kelompok pemberontak Rakyat Ethiopia Revolusioner Front Demokrasi (Ethiopians People's Revolutionary Democratic Front / EPRDF) pimpinan Meles Zenawi. Penguasaan ini resmi mengakhiri 17 tahun pemerintahan junta militer komunis di negara Afrika Timur itu.

Menurut situs History, pada 12 September 1974, Raja Haile Selassie, Kaisar Ethiopia yang memimpin sejak 1930 digulingkan melalui kudeta militer oleh Haile Mariam Mengistu. Penguasa baru Ethiopia ini mendirikan sebuah rezim Marxis, dari sebelumnya kekaisaran, bernama Derg atau Dergue, yang berarti "komite" atau "dewan”.

Derg merupakan sekumpulan dari Komite Koordinasi Angkatan Bersenjata, Polisi, dan Tentara Teritorial Ethiopia. Mereka berkuasa sejak 1974 hingga 1987. Selama memerintah Ethiopia, Derg menghukum mati dan memenjarakan puluhan ribu lawan politiknya tanpa pengadilan.

Tak terkecuali Selassie. Tokoh yang dijuluki Singa dari Yehuda ini akhirnya meninggal dunia di dalam istana sekaligus penjaranya pada 27 Agustus 1975. Uni Soviet pun mendukung junta militer komunis itu sebagai “mata dan telinga” di Afrika.

Kepemimpinan Derg perlahan mengalami kemunduran pada 1980, di mana Ethiopia berseteru dengan Somalia. Sementara, kekeringan sangat parah melanda Ethiopia yang mengakibatkan kelaparan dan kematian satu juta rakyat Ethiopia.

Eksodus pun terjadi ke negara tetangga seperti yang mengarah ke gerakan perselisihan dan kemandirian internal yang cukup besar di daerah Eritrea, Tigre, dan Sudan.

Pada awal 1991, pemberontak EPRDF, yang berkoalisi dengan Tigrean pimpinan organisasi pemberontak di bawah pimpinan Zenawi, mulai untuk mencapai keberhasilan yang nyata dan menyingkirkan diktator militer Mengistu ke luar negeri.

Puncaknya, pada 28 Mei, di tengah-tengah pembicaraan gencatan senjata, tank EPRDF memasuki Addis Ababa tanpa perlawanan. Segera setelah itu pemerintah transisi dibentuk dengan Meles Zenawi sebagai presidennya, hingga meninggal dunia pada 20 Agustus 2012 di Brussels, Belgia.

(ren)