Delapan Tips Cerdas Atur Gaji Bulanan

Ilustrasi terima gaji.
Sumber :
  • U-Report

VIVA.co.id – Bagi Anda seorang pekerja atau karyawan, saat gajian menjadi momen bulanan yang paling ditunggu. Ketika tiba waktunya, Anda akan merasa bangga atas apa yang diperoleh setelah kerja keras selama sebulan. Namun, setelah mendapatkan gaji, apa yang hendak dilakukan dengan uang tersebut?

Mungkin saja, Anda sudah menahan diri agar tidak membeli sejumlah barang yang telah diimpikan selama ini. Misalnya saja seperti untuk membeli ponsel baru, pakaian yang baru, atau untuk mengajak teman makan di restoran.

Apakah ingin menghabiskan gaji hanya untuk hal-hal yang sifatnya tidak begitu penting? Seharusnya Anda dapat lebih bijak dalam mengatur keuangan saat ini, supaya kondisi keuangan untuk ke depannya bisa lebih terjaga. Masih banyak kebutuhan-kebutuhan lainnya yang lebih dibutuhkan.

Untuk itu, sebelum memutuskan ingin menghabiskan gaji yang didapatkan, ada baiknya perhatikan delapan tips cerdas dalam mengatur gaji berikut ini.

1.      Prioritas utama

Hal pertama yang harus diperhatikan ketika pertama menerima gaji, alangkah lebih baik apabila membuat prioritas mengenai hal-hal yang wajib dipenuhi. Contohnya seperti tagihan bulanan, mulai dari tagihan listrik, internet, air, dan lainnya.

Juga pastikan tidak akan ada lagi tagihan yang terlewatkan. Untuk langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah dengan membayar utang-utang, karena hal tersebut pastinya lebih penting untuk dipenuhi. Jangan sampai utang yang dimiliki terus bertambah banyak, dan akhirnya akan melilit Anda.
Baca Juga: 20 Orang Terkaya di Dunia Tahun 2016

2.      Mengatur pengeluaran

Sudah  tidak bisa terhindarkan lagi, bahwa pengeluaran menjadi prioritas utama yang harus lebih mendapatkan perhatian. Aturlah sebaik mungkin pengeluaran, namun bukan berarti Anda tidak bisa menikmati hasil jerih payah selama bekerja.

Beli barang yang memang lebih dibutuhkan, paling penting harus bisa menjaga nafsu dalam membeli barang yang tidak begitu penting. Buat anggaran dari gaji yang diterima untuk pengeluaran maksimal 40 persen, itu juga telah termasuk dalam pengeluaran untuk memanjakan diri.

3.      Laporan keuangan  

Membuat laporan keuangan juga menjadi hal penting dalam mengatur keuangan pribadi. Usahakan agar selalu mencatat segala pemasukan dan pengeluaran termasuk juga kebutuhan harian. Misalnya kebutuhan untuk makan setiap hari, mungkin hal ini terdengarnya sepele, namun dengan membiasakan untuk mencatat laporan keuangan, Anda akan lebih bisa menghargai setiap uang yang dikeluarkan. Untuk memudahkan semua itu, simpan bukti dari belanjaan dalam sebuah wadah atau tempat beserta catatan pengeluaran lainnya.

4.      Asuransi

Hal ini merupakan telah menjadi kewajiban Anda untuk mengikuti sebuah asuransi. Nantinya dengan adanya asuransi akan lebih memberikan proteksi terhadap keadaan finansial ke depannya. Tentu Anda tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan, umumnya ada beberapa jenis asuransi yang ada di Indonesia, paling penting yang harus dimiliki adalah asuransi jiwa, kesehatan, rumah, dan juga kendaraan.
Baca Juga: Tradisi Unik Hari Raya Waisak di Berbagai Negara

5.      Investasi

Investasi merupakan salah satu cara untuk lebih meningkatkan penghasilan yang diterima. Minimal Anda berusaha menyisihkan 30 persen dari penghasilan untuk melakukan investasi.

Jika gaji Anda terbilang besar, cobalah untuk melakukan investasi berupa saham atau properti. Namun  juga harus belajar untuk terus mengawasi investasi tersebut. Sebaliknya, apabila gaji yang dimiliki terbilang kecil, lakukan investasi berupa reksadana, emas, atau juga deposito.

6.      Menabung

Menabung merupakan salah satu kewajiban yang harus dilakukan dalam mengatur keuangan. Ada banyak manfaat yang bisa dirasakan dalam hal menabung, di hari tua nanti tentunya Anda mendambakan kehidupan yang tenang sambil menikmati hidup bersama keluarga tercinta.

Sebaiknya dari sekarang, tentukan target usia bebas finansial, semakin banyak uang yang telah terkumpul dalam sebuah tabungan, maka semakin cepat pula dalam mencapai bebas secara finansial.

7.      Dana cadangan

Dana cadangan akan berfungsi sebagai perantara yang memfasilitasi Anda di saat ada hal-hal yang tak terduga. Misalnya di saat ada anggota keluarga yang sakit atau mengalami musibah kecelakaan. Anda bisa menggunakan dana tersebut untuk digunakan sebagai pengobatan, sisihkan dana minimal 10 persen dari gaji yang diterima sebagai dana cadangan.
Baca Juga: Regulasi KPR dan Alasan Pengajuannya yang Sulit Disetujui

8.      Sisihkan untuk beramal

Banyak alternatif cara yang bisa  dilakukan untuk beramal, salah satu caranya dengan mengusahakan untuk menyisihkan 2,5 persen dari gaji bulanan. Lakukan hal seperti ini secara rutin setiap bulannya, dengan beramal pula secara tidak langsung Anda akan membantu meringankan beban-beban orang yang sedang mengalami kesulitan.

Selain itu, Anda juga akan mengerti bagaimana arti dari sebuah perjuangan, sehingga nantinya Anda akan lebih bisa menghargai penghasilan yang diterima.
Baca Juga: Mengurus dan Menghitung BPHTB Tanah Warisan

(ren)