Pembeli Kecewa dengan Kualitas Daging Sapi Rp80 Ribu/Kg

Ilustrasi pembeli daging sapi.
Sumber :
  • Raudhatul Zannah/VIVA.co.id

VIVA.co.id – Harga daging sapi di pasar-pasar tradisional setelah lima hari pada pekan pertama Ramadan masih bertengger  di harga Rp120 ribu perkilogram.

Operasi pasar yang digelar pemerintah dengan Rp80 ribu per kilogram, tak membuat para pedagang daging di pasar-pasar bergeming untuk menyesuaikan harga jualnya. 

Egi (53), pedagang daging sapi di Pasar Inpres Cipete mengatakan, daging sapi seharga Rp80 ribu perkilogram dari pemerintah itu bukan merupakan kualitas bagus. Sehingga itu menurutnya, masih ada peluang pedagang menjual harga tinggi dengan kualitas lebih bagus.

"Lagian juga kan dagingnya pemerintah tidak seperti yang kita jual gemuk-gemuk. Daging pemerintah bagaimana pun diambil dari PT yang notabene daging sudah tidak segar lagi," kata Egi, Jumat, 10 Juni 2016.

Hal senada disampaikan penjual daging lainnya, Maruri (51). Menurut dia, apabila pembeli itu mengerti kualitas daging yang baik maka mereka tidak mau membelinya dari pemerintah.

"Kalau orang yang pintar akan kesehatan, ya tidak mau mereka membeli daging itu yang kualitasnya beda," kata Maruri di lokasi yang sama.

Maruri berbagi cerita, bahwa dari pengalaman beberapa hari puasa, banyak pembeli kecewa membeli daging dari operasi pasar tersebut. Karenanya pembeli kembali lagi untuk membeli daging dari penjual daging di pasar.

Begitu pula tanggapan salah seorang pembeli Yati (46), Dia mengaku senang kalau pemerintah berupaya memberi harga yang murah. Namun, Dia kecewa dengan daging pemerintah yang murah tetapi nyatanya kualitas tidak layak.

"Agak kecewa ya. Jadi itu kan kita berharap harga murah mutu atau kualitas yang bagus. Jangan daging yang sudah dibekukan yang kebanyakan juga terjual di supermarket, rata-rata kan itu daging sudah lama," ujar Yati kepada VIVA.co.id.

Adapun harga sembako lainnya masih dalam harga lima hari belakangan, seperti bawang kisaran Rp40 ribu per kg, cabai Rp25-30 ribu per kg, telur Rp20.700 per kg, minyak goreng Rp25 ribu per dua liter, dan gula pasir Rp16 ribu perkg.

"Katanya Pak Jokowi mau menurunkan harga menjadi stabil. Kita berdoa aja deh, mudah-mudahan," ujar Yati sambil tersenyum.

(mus)