Sentimen Brexit Mulai Luntur, Minyak Mentah Merangkak Naik

Kilang minyak offshore
Sumber :
  • orrtextile.com

VIVA.co.id – Harga minyak mentah patokan internasional, naik lebih dari tiga persen pada perdagangan Selasa waktu Amerika Serikat. Investor mulai membeli kembali di pasar komoditas, setelah dua hari sebelumnya sempat kaget dengan keputusan Inggris keluar dari Uni Eropa. 

Dilansir dari Reuters, Rabu 29 Juni 2016, potensi berkurangnya pasokan minyak dan penarikan persediaan di pasar, juga kembali menjadi perhatian investor. Terlebih lagi, pasokan minyak AS melanjutkan penurunannya selama enam minggu berturut-turut. 

Laporan American Petroleum Institue (API), persediaan minyak mentah AS turun empat juta barel pada 24 Juni lalu. Jumlah itu, sekitar dua pertiga lebih banyak dari apa yang diperkirakan beberapa analis, yaitu 2,4 juta barel. 

Minyak mentah Brent ditutup naik tiga persen, atau US$1,42 menjadi US$48,58 per barel. Sementara itu, minyak mentah AS, naik 3,3 persen atau US$1,52 menjadi US$47,85 per barel.

Sebagai informasi, dalam dua sesi perdagangan terakhir, harga minyak sudah turun hampir US$4 per barel di tengah kekhawatiran gejolak ekonomi global akibat Britan Exit (Brexit). 

Brent mencapai titik terendahnya dalam tujuh minggu terakhir, di bawah US$47 per barel pada Senin lalu. Minyak AS juga sempat mengalami penurunan di bawah US$46 per barel. 

Rebound harga minyak pada Selasa, juga didorong oleh pelemahan dolar AS dari level tertingginya selama tiga bulan terakhir. Karena. mata uang greenback itu menjadi lebih murah bagi pembeli minyak mentah dengan mata uang lainnya. (asp)