Generasi Millennial Diklaim Tidak Loyal Terhadap Perusahaan

Ilustrasi bekerja di kantor.
Sumber :
  • Freewallpaper
VIVA.co.id - Jika sebelumnya loyalitas terhadap perusahaan adalah salah satu aspek yang harus dimiliki oleh para pekerja, ternyata hal ini cenderung tidak dimiliki oleh para generasi millennial, atau pekerja profesional yang saat ini berusia 18 hingga 34 tahun.

Hal tersebut diungkapkan Pambudi Sunarsihanto, Ketua Umum Perhimpunan Manajemen Sumber Daya Manusia Indonesia, dalam sebuah diskusi yang digelar di Hotel Mulia, Selasa 2 Agustus 2016. Menurutnya para generasi millennial atau juga disebut generasi Y, cenderung tidak memiliki loyalitas kepada perusahaan, melainkan lebih loyal terhadap profesionalitas dan juga kariernya.

"Sekarang mereka sangat loyal terhadap profesionalisme dan juga karier, selama mereka masih bisa belajar," kata pria yang juga menjabat sebagai Human Resource Director Citibank Indonesia tersebut.

Ia juga menjelaskan bahwa hal ini berbeda dengan generasi sebelumnya Generasi X (usia 35-50), dan juga Generasi baby boomer (51-69), yang lebih loyal meskipun tidak mendapatkan promosi di sebuah perusahaan. 

"Dulu orang tua bekerja seumur hidup (dengan posisi yang sama) enggak apa-apa. Generasi berikutnya, kalau tidak di promosikan mereka akan pindah ke tempat lain," jelasnya.

Menurutnya, para pekerja generasi millennial lebih cepat bosan dengan hal- hal yang monoton. Mereka tidak tahan mengerjakan hal yang sama bertahun-tahun, dan selalu butuh tantangan.

"Jadi kalau mereka disuruh mengerjakan hal yang sama, mungkin orang tua sedikit oke. Generasi sesudahnya agak gelisah. Dan yang sekarang (millennial) hanya 6 bulan saja mungkin ingin pindah," katanya.

Hal ini juga diamini oleh Mohamad Ario Adimas Division Head Integrated Marketing Communication Indosat Ooredoo. Ia yang merupakan kelahiran tahun 1988, mengaku bahwa generasinya atau generasi millennial cenderung lebih egois.

"Millennial itu memng sedikit egois karena mereka berpikir untuk diri mereka dahulu, baru untuk perusahan," katanya.

Mereka juga ingin diakui perannya dalam sebuah perusahaan. "Ketika masuk ke perusahan bukan ingin membangun perusahaan agar lebih sukses, tapi mereka ingin menjadi bagian dari sejarah kesuksesan tersebut. Dan ketika mereka tidak mendapatkan tantangan mereka akan minta dicarikan lahan yang lain," ucapnya.

Sebab itulah, Pambudi juga mengungkapkan bahwa tingkat turn over atau pergantian pekerjaan begitu tinggi dialami oleh generasi Millennial ini.

"Akhirnya jumlah orang yang mengundurkan diri di generasi millennial makin tinggi. Mereka ingin mencari sesuatu yang baru. Yang  mereka lihat adalah CV (Curiculum Vitae) mereka nambah enggak. Kalau tambah, tambah enggak pendapatan dan value mereka," katanya.