Masa Depan Atlet Harus Sejahtera

Pebulutangkis putri legendaris, Susy Susanti
Sumber :
  • Viva.co.id/Purna Karyanto

Bagaimana perasaan Anda menjelang laga final?

Dan satu hari sebelum final, ketegangan itu pun memuncak sampai saya tak bisa makan dan tidur, saya cuma mau ini cepat-cepat selesai. Namun akhirnya saya bisa memberikan yang terbaik bagi bangsa ini, meski sebelumnya target harus menndapatkan emas ini sempat membuat saya menjadi terbebani. Tapi saya mampu membuktikan hal itu. Dan bisa merebut medali emas tentunya torehan puncak sebagai olahragawan karena disitulah kebanggaan itu terletak saat nama kita akan dikenang dalam sejarah dunia olahraga.

Apakah ada persiapan khusus yang dibuat untuk persiapan menuju laga di Olimpiade?

Ya, jelang tampil di Olimpiade itu saya memang sangat berlatih keras. Program jadwal latihan juga dibuat seketat mungkin, porsi latihan saya tambah sendiri dari sebelumnya. Kalau untuk kejuaraan lain saya biasanya berlatih 5-6 jam, maka untuk persiapan ke Olimpiade ini hingga 7-8 jam sehari yang dibagi menjadi 3 sesi setiap harinya.

Sebelum berangkat ke Barcelona, apakah punya firasat medali emas akan bisa diraih?

Kalau 100 persen yakin tidak ya, saya tidak pernah terlalu percaya diri atau yakin saya bisa dapat medali emas. Karena hal itu justru akan membuat saya makin terbebani lagi. Tapi untuk memacu motivasi, saya hanya selalu berpikir bahwa saya akan berjuang, terlepas nanti hasilnya apa yang jelas saya tak pernah menyepelekan siapapun lawan yang akan dihadapi.

Apa yang menjadikan Anda tampil begitu prima dan hanya kehilangan satu set saja, itu pun hanya pada partai final melawan rival sengit asal Korsel, Bang Soo-hyun?

Saya pribadi memang memiliki kebiasaan untuk mencatat semua kelemahan dan kelebihan yang perlu dipelajari dari permainan setiap lawan yang saya hadapi ataupun dari beberapa tayangan rekaman video.

Jadi setelah hasil drawing Olimpiade itu keluar sekitar 2 minggu sebelum laga Olimpiade itu dimulai dan kita mengetahui siapa calon-calon lawan yang akan dihadapi, maka saya sudah mempelajari betul strategi bagaimana cara mengatasi lawan. Dan itu saya rasakan sangat membantu dalam persiapan saya selama ajang tersebut.

Apa arti kemenangan tersebut bagi karier bulutangkis Anda?

Karena ketika pertama kali saya dipastikan lolos, baik PBSI ataupun juga Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) saat itu langsung memberikan saya target untuk bisa merebut emas. Bahkan selama persiapan itu pun saya sangat tegang sebab setiap kali saya bertemu orang, mereka selalu mengatakan "Susy, kamu harus emas ya," seperti itu semuanya dan hal itulah yang membuat saya sampaii merasa sedikit terbebani dengan besarnya harapan bangsa ini.

Ini juga seolah menjadi prestasi puncak dari pencapaian tertinggi dalam karier saya sebagai olahragawan. Dan dengan raihan medali emas dari saya dan mas Alan pada Olimpiade 1992 saat itu, berhasil menempatkan Indonesia makin dikenal luas karena masuk dalam ranking 24 dunia.

Saat pulang ke Indonesia, dan mendapat sambutan yang luar biasa, terbayarkah semua kerja keras selama ini?

Ya pada saat selesai dalam kemenangan pertandingan final itu disana mungkin tidak terlalu terasa dampaknya akan sebesar apa dan saya pikir sudah selesai euforianya. Tapi ternyata berita dan penyambutan disini luar biasa. Pada saat kita baru mendarat pun langsung disambut dan diarak untuk keliling Jakarta dan berakhir di Ancol untuk acara puncaknya dimana semua warga Jakarta beramai-ramai menyampaikan ucapan selamat.