Masa Depan Atlet Harus Sejahtera
- Viva.co.id/Purna Karyanto
Mungkin ada perasaan yang lainnya?
Ya, saya sangat merasa senang sekali saat itu, bahwa semua kerja keras dan apa yang saya perjuangkan bisa membuat masyarakat merasakan kebanggaan dan kegembiraan yang luar biasa.
Lalu setelah mendapat emas, bagaimana tanggapan dan perhatian pemerintah atas raihan prestasi tersebut?
Ya waktu itu saya mendapat penghargaan bintang jasa utama dari pemerintah, jadi ya hanya hal itu saja beserta ucapan "terima kasih" penghargaan untuk saya dari pemerintah pusat, dan tidak sebesar apa yang diberitakan. Justru pihak-pihak lain yang banyak berkontribusi memberikan apresiasi, ada dari pengusaha-pengusaha dan pemerintah daerah Jawa Barat yang mempunyai kepedulian untuk semacam memberi bonus serta dari pemilik klub Jaya Raya, pak Ciputra yang memberikan saya rumah.
Seperti apa anda melihat persaingan bulutangkis dunia saat ini?
Dengan makin populernya bulutangkis di dunia, maka kini makin banyak juga negara-negara yang menjadi pesaing dan bahkan mereka bisa mengejar prestasi-prestasi negara yang punya tradisi prestasi seperti China dan Indonesia. Hal ini juga membuat persaingan menjadi lebih merata dan ketat ke depannya.
Untuk para pemain Indonesia sendiri, apa pesan Anda?
Yang jelas para pebulutangkis Indonesia harus kerja keras dan tampil maksimal jika ingin bisa bersaing terus. Sebab, saat ini persaingan lebih merata dan semakin ketat dimana bulutangkis sudah tidak lagi hanya dikuasai negara yang punya tradisi prestasi seperti China, Korea dan Indonesia.
Bagaimana Anda melihat peluang rekan-rekan pebulutangkis yang akan bertarung pada Olimpiade 2016 di Brasil nanti?
Secara umum peluang meraih medali memang terbuka, namun kita tentunya sangat berharap tradisi emas dari bulutangkis bisa kembali tercapai di Rio nanti.
Tanpa mengecilkan perjuangan mereka nanti ya harus realistis juga bahwa untuk tunggal putri (Linda Wenifanetri) saat ini cukup berat, begitu juga tunggal putra (Tommy Sugiarto) saya pikir juga agak sedikit berat karena melihat dari faktor prestasi yang bisa mereka torehkan dan masih butuh prosesnya regenerasi di nomor tersebut.
Sektor-sektor mana saja yang menurut Anda cukup berpeluang?
Untuk ganda putri cukup punya peluang untuk meraih medali, tergantung motivasi serta menjaga fokus dari Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari mengingat mereka adalah juara Asian Games 2014 dan saya rasa lawan-lawannya pun tidak akan jauh berbeda.
Dan ganda putra, memang sudah jadi tumpuan dan harapan kita. Saya menilai Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan berkali-kali dalam event-event penting mereka selalu memberikan pencapaian terbaiknya. Terutama bagaimana mereka harus bisa mengatur stamina, karena secara usia Hendra mungkin sudah cukup senior dan Ahsan beberapa kali kerap diganggu cedera.
Lalu untuk ganda campuran, kita juga berharap Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir serta Praveen Jordan/Debby Susanto bisa memberikan penampilan terbaiknya dengan sejumlah pengalaman dan deretan prestasi mampu mencapai puncaknya pada Olimpiade nanti.
Seperti apa seharusnya pemerintah dalam memberikan perhatian terhadap bulutangkis sebagai salah satu cabang andalan di negeri ini?
Ini menjadi PR besar, bukan hanya untuk PBSI tapi juga pemerintah pusat untuk melakukan sejumlah terobosan. Yang paling urgent adalah bagaimana masyarakat dapat merasa dirinya tidak akan ragu-ragu mempercayakan masa depan anak-anaknya kelak di bidang olahraga, khususnya bulutangkis yang sering mengharum nama bangsa.