Cara Asyik Ajarkan Anak Mulai Berbisnis

Ilustrasi antar anak sekolah.
Sumber :
  • U-Report

VIVA.co.id – Setiap musim liburan berakhir, sudah waktunya anak-anak kembali bersekolah. Saat ini, anak-anak di sekolah belum diberikan fokus terhadap pelajaran tertentu yang diminatinya.

Penjurusan mata pelajaran baru dimulai, sejak jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) ataupun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Lantas, bagaimana jika anak-anak memiliki bidang minat di luar pelajaran sekolah? Misalnya, kesenian, beladiri, atau bahkan entrepreneurship, alias kewirausahaan.

Salah satu jalannya, tentu dengan membiarkan mereka mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang diadakan di sekolah atau mengikuti les. Namun, tidak seluruh ilmu tersebut, dapat diajarkan melalui kegiatan belajar formal.

Managing Director HaloMoney.co.id, Jay Broekman menyatakan bahwa anak memiliki hak untuk mengembangkan bakatnya di luar kegiatan formal, seperti sekolah dan les.Untuk itu, orangtua, atau wali anak mengemban tugas sebagai ‘guru’ yang perlu mengajarkan mereka.

“Salah satu pelajaran hidup yang jarang diajarkan secara formal di sekolah adalah ilmu bisnis, atau kewirausahaan. Apakah anak memiliki bakat ini atau tidak, tentu tidak ada salahnya jika anak sudah memahami dasar konsep bisnis yang benar. Kelak, ilmu ini akan membantu dalam pengelolaan keuangan pribadi maupun terjun ke dalam dunia wirausaha,” kata Jay.

Ada empat cara memberi pelajaran bisnis untuk anak yang bisa diterapkan oleh orangtua dan wali anak.

1. Ajari anak konsep menabung

Menabung merupakan konsep pengeloalaan keuangan yang paling mendasar. Hal ini juga berlaku dalam prinsip berbisnis. Tabunglah uang sedikit demi sedikit hingga menjadi bukit. Untuk membuat anak semangat menabung, mulailah dari menggunakan celengan. Coba pakai celengan dengan bentuk karakter film, atau kartun favoritnya.

Ajarkan untuk menyisihkan sedikit demi sedikit uang jajan yang dia peroleh, dan terangkan bahwa uang tabungan tersebut dapat digunakan untuk membeli sesuatu yang diinginkan.

2. Biarkan anak terlibat dalam bisnis yang Anda geluti

Anak bisa diberikan peran-peran yang sederhana. Beritahukan apa kontribusi peran dia dalam bisnis, sehingga dia mulai memahami struktur organisasi dalam sebuah bisnis. 
Contohnya, saudara Anda memiliki bisnis peternakan di desa.