Amankah Pemakaian Krim Wajah dengan Kandungan Hidrokuinon?

ilustrasi Krim wajah
Sumber :
  • Pixabay/Andreas

VIVA.co.id – Pada sebagian orang, hidrokuinon mungkin sudah tidak asing lagi bagi yang sering menggunakan krim wajah. Namun sebagian orang meyakini bahwa zat tersebut berbahaya bagi kesehatan kulit.

Hidrokuinon adalah zat pemutih yang sering digunakan untuk pengobatan pigmentasi, kulit kusam dan flek. Adapun cara kerja hidrokuinon, dengan menghambat aktivitas enzim tirosinase yang berperan dalam pembentukan pigmen melanin. Hidrokuinon dapat menyebabkan kerusakan terhadap enzim tirosinase dan sel-sel melanosit (sel penghasil pigmen).

Penggunaan hidrokuinon dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan kulit, seperti warna kulit menjadi gelap kebiruan dan membentuk garis-garis atau disebut ochronosis. Kendati kasus ini sangat jarang terjadi, namun harus tetap diwaspadai karena sampai sekarang belum ada bukti pengobatan yang efektif untuk kasus tersebut.

Karena itu, hidrokuinon tidak boleh digunakan dalam waktu lama. Namun, beberapa dokter kecantikan justru masih memberikan hidrokuinon untuk pasiennya.

Mengenai hal ini, dr Nenden Lilis Setiasih SpKK, FINSDV.MM mengatakan bahwa umumnya para dokter kecantikan menggunakan hidrokuinon pada krim atau perawatan kecantikan untuk membantu mengatasi flek pada wajah.

"Umumnya para dokter kecantikan memang menggunakan hidrokuinon untuk krim wajah, karena selama ini hidrokuinon adalah terapi gold standar. Hidrokuinon sangat ampuh untuk mengatasi flek dibanding terapi yang lain," ujar dia kepada VIVA.co.id, belum lama ini.

Kendati demikian, Nenden menambahkan bahwa efek samping yang ditimbulkan dari hidrokuinon juga cukup banyak. Itu lantaran sifat toxic atau racun, yang menumpuk pada kulit epidermis dapat membuat wajah iritasi, gatal dan rasa terbakar.

Dia menuturkan, sebenarnya penggunaan hidrokuinon tidak dilarang, namun harus dipahami dengan benar bagaimana cara kerjanya dan efek samping yang mungkin terjadi. "Jangan gunakan hidroquinon tanpa pengawasan dari dokter dan jangan menerapkannya terlalu sering," kata dia.