Menkominfo: Palapa Ring Bukan Alternatif Telekomunikasi RI

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Agus Tri Haryanto

VIVA.co.id – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menyebutkan proyek Palapa Ring bukan alternatif dalam menyediakan akses telekomunikasi ke seluruh Indonesia. Menurutnya, Palapa Ring merupakan pendukung dari infrastruktur yang telah dibangun oleh operator telekomunikasi.

Sebab, kata Rudiantara, tidak ada operator yang sanggup membangun infrastruktur telekomunikasi di seluruh wilayah Indonesia. Maka dari itu, Palapa Ring menjadi solusi untuk memberikan akses telekomunikasi yang belum dilakukan oleh operator.

Dalam menjalankan Palapa Ring, Rudiantara harus meminta data-data mengenai wilayah atau area yang akan dibangun infrastruktur oleh para penyelenggara telekomunikasi. Kemudian, nantinya wilayah tersebut akan dijangkau oleh proyek Palapa Ring.

"Itu karena daerah feasible (layak) secara keuangan, secara dengan semua operator. Saya tanya, mau bangun enggak? Enggak pada bangun (semuanya). Akhirnya, saya minta surat (data wilayah dibangun) di mana saja. Ketemulah lokasi atau area yang mereka enggak mau bangun," ujar Rudiantara ditemui di acara penandatanganan Palapa Ring Paket Tengah di Grand Hyatt, Jakarta, Senin 29 Agustus 2016,

Rudiantara melanjutkan, selama ini tidak ada satu pun operator yang dibilang mampu untuk membangun fasilitas layanan komunikasi tersebut di semua wilayah Indonesia. "Jadi, yang katakan ‘saya mau bangun di mana-mana’, suratnya saja enggak semua bangun. Untuk itu sisanya dibangun oleh Palapa Ring," jelas dia.

Ia menuturkan, misalkan ada operator yang mengklaim mampu membangun infrastruktur di semua daerah, maka sudah barang tentu tidak ada yang namanya proyek Palapa Ring.

"Kalau misalkan, ada yang mau bangun (infrastruktur) semua, Palapa Ring enggak akan dibangun (dikerjakan). Artinya, ada daerah di mana semua operator enggak akan bangun yang artinya enggak feasible. Jadi, Palapa Ring bukan alternatif," ucapnya.

Pria yang akrab dipanggil Chief RA ini optimis, proyek nasional itu bisa diselesaikan sesuai target pada 2019.

"Tapi, kalau ada yang sudah beres 2018, silakan. Target 2019 itu target pemerintah. Kemungkinan 2018 akhir sudah operasi," kata dia.