Jokowi Yakin Tax Amnesty Hari Ini Tembus Rp3.000 Triliun

Presiden Jokowi saat Sosialisasi Tax Amnesty.
Sumber :

VIVA.co.id – Melihat antusiasme masyarakat ikut tax amnesty, atau pengampunan pajak, saat melakukan inspeksi mendadak, Presiden Joko Widodo (Jokowi) optimistis dana deklarasi dan repatriasi bisa tembus hingga Rp3.000 triliun.

Jokowi mengatakan, saat ini saja untuk dana deklarasi dan repatriasi sudah mencapai Rp2.700 triliun. Menurutnya, ini angka yang cukup berhasil dari program yang baru berjalan sejak 1 Juni 2016 lalu.

"Sebuah angka yang sangat besar sekali. Bandingkan dengan tax amnesty di negara-negara lain. Ini pun mungkin saya kira, hari ini pak dirjen (Dirjen Pajak) dan bu menteri (Menteri Keuangan) bisa tembus Rp3.000 triliun. Pergerakan seperti ini yang terus kita sadari, ada momentum, kepercayaan," ujar Jokowi, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak), di Kantor Pajak Pratama Jakarta Pusat, Jalan M.Ridwan Rais, Rabu 28 September 2016.

Jokowi mengatakan, partisipasi masyarakat yang tinggi, harus dimanfaatkan oleh pemerintah dan petugas pajak. Menurutnya, ini momentum yang tepat.

"Ini, sebetulnya uang di luar negeri sudah banyak yang ada di dalam negeri. Karena itu, kalau yang saya lihat di lapangan," kata Jokowi.

Setelah sidak ini, Jokowi mengatakan ke depannya reformasi sistem perpajakan harus dimulai. Baik itu sistem pelayanannya hingga sistem administrasinya, perlu diperbaiki.

Sebagai informasi pemerintah menargetkan menerima dana deklarasi Rp 4.000 triliun, dana repatriasi Rp1.000, dan uang tebusan Rp165 triliun dari program tax amnesty.

Sementara itu, berdasarkan data Direktorat Jenderal Pajak yang dikutip dari situsnya, hingga hari ini, dana repatriasi dan deklarasi tax amnesty telah mencapai Rp2.514 triliun. Dengan rincian dana deklarasi dalam negeri mencapai Rp1.720 triliun, dana deklarasi luar negeri Rp666 triliun, dan dana repatriasi senilai Rp128 triliun. (asp)