Bos Indosat Ooredoo: Iklan Palu Arit Sudah Dicopot Semua

Gambar palu arit pada iklan Indosat im3 ooredoo di Lenteng Agung, Jaksel.
Sumber :
  • Bayu Nugraha

VIVA.co.id – Chief Executive Officer (CEO) Indosat Ooredo, Alexander Rusli mengatakan semua spanduk iklan Indosat Ooredoo yang dianggap meresahkan telah dicopot. Spanduk iklan tersebut menjadi perbincangan lantaran menampilkan gambar palu arit, lambang yang diidentikkan dengan paham komunisme internasional.
 
“(Dipasang) sejak tadi malam (kemarin malam), tapi karena menjadi sensitif jadi kami copot semua dan ganti,” ujar Alex kepada VIVAco.id melalui pesan singkat, Senin 3 Oktober 2016.
 
Alex mengatakan, spanduk berlambang palu arit itu baru terpasang di dua titik. Tapi, karena ada kehebohan pemasangan di titik lain tidak jadi dipasang.
 
Sebelumnya, Alex telah mengklarifikasi spanduk iklan yang dihebohkan itu merupakan iklan kerja sama antara Indosat Ooredoo dengan layanan video on-demand, Iflix. Sementara gambar dalam spanduk tersebut, kata Alex, adalah film American mengenai perlawanan melawan komunisme di Amerika Serikat (AS).
 
Di Indonesia, film tersebut sudah ditayangkan di berbagai televisi berbayar, lebih dari dua tahun dan masih di tayang sampai saat ini.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Awi Setiyono mengatakan, seorang personel Polres Metro Jakarta Selatan melaporkan perihal spanduk reklame yang menampilkan gambar palu arit.

Menyikapi laporan itu, polisi langsung berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Jakarta Selatan untuk mencopot spanduk tersebut.
 
Polda Metro Jaya dan Pemkot Jakarta Selatan akan memeriksa penanggung jawab iklan tersebut. Apakah ada unsur kesengajaan, atau tidak.
 
"Tentunya, kita akan melakukan pemeriksaan, ada unsur kesengajaan, atau tidak. Kita lihat di-banner-nya itu ada gambar-gambar revolusi, termasuk ada bendera Uni Soviet dan palu sama arit," kata Awi.