2 Tahun Jokowi-JK Kesejahteraan Petani Diklaim Naik

Gerai bawang merah di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Sumber :
  • ANTARA/Widodo S. Jusuf

VIVA.co.id – Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengklaim, setelah dua tahun masa pemerintahan Presiden Joko Widodo Dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, kesejahteraan petani di Indonesia naik cukup stabil. 

Menurut Amran, kesejahteraan petani dan kedaulatan pangan yang meningkat menjadi salah satu indikator keberhasilan dia di Kementerian Pertanian. 

"Dengan kerja nyata dua tahun ini telah tercatat kenaikan kesejahteraan petani yang cukup stabil walaupun dalam tantangan keadaan ekonomi dunia yang sedang sulit," kata Amram dalam press briefing  dua tahun kerja nyata Jokowi-JK, di Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Jumat 21 Oktober 2016. 

Ia menjelaskan, kenaikan kesejahteraan petani terlihat dari indikasi nilai tukar petani yang mengalami kenaikan 2,8 persen dari 101,28 pada Agustus 2015 menjadi 101,56 pada Agustus 2016. Sementara itu, Nilai tukar usaha pertanian pun meningkat sebesar 2,15 persen dari 107,45 pada Desember 2015 menjadi 109,76 di bulan September 2016. 

"Kenaikan dua indikator utama ini memberikan pemahaman bahwa secara nasional tingkat kesejahteraan petani naik secara stabil," kata dia. 

Tak hanya itu, menurut Amran, kesejahteraan petani juga tercermin dalam temuan survei independen dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) yang menunjukkan, bahwa rata-rata masyarakat yang bekerja sebagai petani, berjenis kelamin laki-laki, tinggal di pedesaan dan berada di kawasan pulau Jawa lebih optimistis dan bahagia menjalani hidupnya. 

"Penyebab keberhasilan ini adalah keberlanjutan pondasi 2015 yang bertransformasi menjadi percepatan di 2016. Selain itu, Pembangunan infrastruktur pertanian modern dan pembangunan manusia pertanian menjadi fokus utama yang terbukti mampu mendongkrak produksi pangan.”

(mus)