Terungkap, Bakteri Penyebab Radang Jerawat

Ilustrasi kulit bermasalah
Sumber :
  • Pixabay/ Kjerstin_Michaela

VIVA.co.id – Para peneliti ahli bakteri kulit, mengungkap mengapa bakteri kulit menyebabkan peradangan pada jerawat hanya terjadi pada beberapa orang saja. Kebanyakan ditemui, orang berjerawat ada yang sekadar bintik-bintik, dan lebih gawat menjadi radang dan ruam merah pada kulit wajahnya.
 
Salah seorang peneliti yang memimpin studi tersebut, Richard Gallo dari University of California, San Diego Amerika Serikat, menyebutkan umumnya setiap wajah pasti terdeteksi keberadaan bakteri. Namun jangan salah, bakteri pun sejatinya ada yang tidak membahayakan kulit. Tapi ada beberapa faktor penyebab, yang membuat bakteri menginfeksi kulit sehingga menjadi jerawat dan radang jerawat.
 
Gallo menjelaskan, faktor yang dimaksud yaitu bakteri terperangkap sehingga kondisi pengap, muka berminyak, sampai terperangkap dalam kantong kelenjar yang kecil dan sempit (folikel) rambut. Untuk informasi, setiap orang memiliki jenis folikel rambut yang berbeda-beda, tidak semuanya sama. Itulah mengapa tidak semua orang memiliki jerawat, sampai jerawat yang meradang.
 
“Hal ini tidak hanya dapat menjelaskan akar penyebab jerawat. Itu (folikel rambut) juga bisa mengungkapkan jalur baru, bagaimana bakteri memicu peradangan, dan bisa membantu ilmuwan memahami berbagai infeksi yang berbeda,” ujar Gallo seperti dilansir Science Alert, Senin, 31 Oktober 2016.
 
Peneliti lain, Holger Bruggemann dari Aarhus University, Denmark mengatakan, kesimpulan terkait bakteri terperangkap sampai folikel rambut itu, didapatkan setelah peneliti menguji kulit tikus.
 
Dalam percobaannya, peneliti menggunakan bakteri Propionibacterium acnes, yang merupakan biang jerawat. Bakteri ini digunakan karena memang tidak semua orang yang terinfeksi jerawat jika dijangkiti Propionibacterium acnes. Tercatat bakteri itu jenis bakteri jerawat yang umumnya ada dalam wajah manusia. 
 
Ketika diuji di ruang pengap, asam lemak pada bakteri tersebut aktif dan menyebabkan radang pada jerawat. Biasanya peradangan bisa dimatikan oleh enzim yang disebut histon, tapi asam lemak pada bakteri lebih kuat, sehingga mengalahkan enzim, dan peradangan terus terjadi.
 
“Untuk pertama kalinya, ini menunjukkan bagaimana asam lemak yang berasal dari Propionibacterium acnes bertindak terhadap sel-sel kulit untuk menginduksi peradangan," ujar Bruggemann.
 
Sejauh ini, penelitian hanya dilakukan pada tikus. Tim peneliti mencoba untuk mengulang hasil temuan mereka pada manusia dengan harapan menemukan ‘jalur’ peradangan sama seperti yang ditemukan pada tikus.
 
Jika sesuai rencana, ilmuwan berjanji dalam dua tahun mereka akan menemukan obat ampuh jerawat sampai radang jerawat.
 
Selama ini obat yang dikembangkan miskin dengan riset, sehingga tak heran banyak memberikan efek samping pada tubuh, bahkan malah memperparah radang jerawat.