IHSG Diproyeksi Naik, Ini Pendorongnya

Pekerja membersihkan kaca di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Muhamad Solihin
VIVA.co.id
- Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada akhir pekan ini, Jumat, 4 November 2016, diperkirakan masih berada dalam fase konsolidasi setelah ditutup turun sebesar 75,95 poin (1,4 persen) ke level 5.329 pada perdagangan kemarin.

Meski demikian, Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya menjelaskan, target batas atas 5.488 terlihat masih dapat digapai dalam beberapa waktu mendatang. Sebab, beberapa data ekonomi dapat menjadi pendukung kenaikan IHSG.

"Potensi kenaikan terlihat masih cukup besar," ujarnya di Jakarta, Jumat 4 November 2016.

Sementara itu, batas bawah IHSG yang saat ini diperkirakan berada pada level 5.336 terlihat cukup kuat teruji

Faktor mendorong IHSG hari ini diantaranya, volatility harga komoditas. Ditambah, oleh sentimen positif investor jelang rilis data perekonomian Indonesia, serta momentum pemilihan presiden Amerika Serikat. "Hari ini IHSG berpotensi menguat," tuturnya.

Dengan demikian, pihaknya merekomendasikan, saham-saham berikut untuk diakumulasi, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI).

Kemudian, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).