LinkedIn Rilis Kalkulator Gaji

Kantor Pusat LinkedIn.
Sumber :
  • bu.edu
VIVA.co.id - LinkedIn mulai menampilkan daftar informasi gaji kepada sekitar 460 juta penggunanya. Kehadiran data-data mengenai gaji ini memungkinkan para pencari kerja untuk mengetahui perusahaan idaman.

Fitur yang disebut LinkedIn Salary ini akan memunculkan data anonim dari penggunanya, termasuk soal rincian tentang gaji pokok, bonus, hingga jenis-jenis kompensasi lainnya.

"Kami sangat antusias untuk memulai LinkedIn Salary, untuk membantu para profesional di seluruh dunia membuat keputusan karier mereka yang lebih baik dan mengoptimalkan penghasilan mereka sekarang dan masa depan," ujar Manager Produk LinkedIn, Ryan Sandler dilansir dari Daily Mail, Jumat 4 November 2016.

Kehadiran fitur LinkedIn Salary ini menegaskan platform tersebut sebagai jejaring sosial untuk kalangan profesional. LinkedIn acapkali menjadi acuan bagi mencari soal bisnis hingga pekerjaan idaman.

"Dengan LinkedIn Salary, kami pasang di jaringan 460 juta pengguna kami untuk melihat lebih jauh wawasan lanskap kompensasi," ungkap Sandler.

Informasi mengenai gaji di satu perusahaan ini, karena LinkedIn meminta data kepada penggunanya langsung. Meski gaji merupakan sesuatu hal yang privasi, LinkedIn memastikan, informasi itu nantinya akan dienkripsi, sehingga takkan tampak 'telanjang' baik pengguna hingga karyawan LinkedIn.

Namun, disayangkannya, fitur tersebut baru bisa dirasakan oleh pengguna LinkedIn di Amerika Serikat, Inggris, dan Kanada. LinkedIn mengatakan, fitur tentang gaji itu‎ akan merambah ke seluruh dunia pada 2017. (asp)