DPR Minta Kapolri Buat Pernyataan yang Terukur
- VIVA.co.id/ Lilis Khalisotussurur.
"Saya juga sudah menyiapkan para Pangkotama (Panglima Komando Utama) menyiapkan prajurit untuk dilatih, disiapkan yang sehat. Untuk diketahui masyarakat NKRI, bahwa prajurit TNI sejak dia masuk, dididik, disumpah. Para prajurit saya sudah memenuhi syarat-syarat dari agama apa pun yang dianut untuk melakukan jihad. Saya peringatkan, prajurit saya bukan penakut," ujar Gatot Nurmatyo.
Hal yang sama diungkapkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian, bahwa aksi pada 12 Desember/212 terindikasi mempunyai tujuan terselubung. Aksi ini diduga Polri ingin berupaya menjatuhkan pemerintah atau makar. Ada agenda-agenda gelap terkait yang lain dalam rangka untuk menjatuhkan pemerintah. Kalau masih terjadi demo, apalagi menutup jalan. Polri yakin masyarakat semua cerdas, dan Polri mendapat informasi ini bukan lagi pada proses hukum Ahok lagi, melainkan ada agenda politik lain yaitu melakukan makar.
“Polri mendapat informasi bahwa ada ‘penyusup’ di balik aksi demo tersebut dan akan menduduki gedung DPR RI. Kalau itu bermaksud untuk menjatuhkan atau menggulingkan pemerintah, termasuk pasal makar. Berdasarkan undang-undang, menguasai gedung pemerintahan merupakan salah satu pelanggaran hukum,” katanya. (webtorial)