Di Depan Para CEO, Jokowi Sampaikan Optimisme Ekonomi RI

Presiden Joko Widodo di JCC
Sumber :
  • Kris - Biro Pers Setpres

VIVA.co.id – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo hadir dalam acara Kompas 100 CEO forum di Cendrawasih Hall Jakarta Convention Center (JCC), Kamis 24 November 2016.

Pada acara yang bertajuk "Membangun Iklim Investasi 2017" itu, Presiden Jokowi menyampaikan,semua pihak harus optimistis ekonomi Indonesia akan terus membaik. Menurutnya optimisme itu penting dalam situasi dan kondisi bangsa apapun.

"Pada forum ini saya ingin sampaikan satu kata optimisme. Jangan sampai kita kehilangan satu kata itu (optimisme). Meskipun eksternal tidak mendukung. Meskipun situasi politik juga sedikit menghangat karena Pilkada DKI," kata Jokowi.

Jokowi menegaskan, hanya ingin menggaransi bahwa dengan segala kondisi yang ada, geliat dunia usaha, roda perekonomian, berjalan seperti biasa.

"Kalau dua-tiga minggu lalu saya masih naik kuda karena dinamika politik yang memanas, sekarang harus balik lagi. Fokus, konsentrasi pada persoalan yang akan menjadi target kita semua," kata Jokowi.

Menurut Jokowi, kenapa semua pihak harus optimistis, sebab salah satu alasannya kata dia, program pengampunan pajak atau tax amnesty Indonesia sangat berhasil. Walaupun agak tertutup dengan isu lainnya dalam dua-tiga minggu belakangan ini.

"Padahal sebetulnya pada akhir November ini saya sudah akan memulai lagi untuk sosialisasi pada babak periode kedua. Karena dari angka yang kita lihat, terutama repatriasi masih punya peluang sangat besar," kata dia.

Diketahui, Kompas 100 CEO forum sendiri digelar untuk mendiskusikan langkah-langkah pemantapan iklim investasi, baik pemerintah dan swasta guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih baik pada tahun 2017.

Terlebih, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan diprediksi akan lebih baik dibanding tahun ini, sebagaimana disampaikan Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution.

Bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun depan akan diprediksi tumbuh antara 5,2 persen hingga 5,4 persen. Angka pertumbuhan itu dinilai dapat tercapai jika semua agenda reformasi struktural perekonomian bisa berjalan baik.

Apalagi, asumsi pertumbuhan ekonomi pada APBN tahun 2017 dipatok cukup konservatif yakni 5,1 persen.

Meski demikian, untuk memantapkan angka pertumbuhan ekonomi yang lebih baik pada 2017 nanti, pemerintah pun sudah meluncurkan 14 paket kebijakan ekonomi.