Berlian Bisa Jadi Baterai Smartphone, Tahan 10.000 Tahun

Baterai smrtphone habis.
Sumber :
  • U-Report

VIVA.co.id – Ponsel pintar yang beredar saat ini tidak pernah bertahan lebih dari satu atau dua hari. Vendor masih mencari cara untuk bisa mengatasi keterbatasan baterai smartphone, termasuk mencari kemungkinan memanfaatkan senyawa radioaktif pada berlian.

Para ilmuwan di Bristol University telah mengembangkan kemungkinan adanya baterai yang tahan lama, sekaligus membersikan sampah nuklir dalam waktu yang sama. Baterai yang ditemukan para ilmuwan di universitas itu diklaim memanfaatkan radiasi nuklir.

Dijelaskan ilmuwan Bristol, dikutip dari situs T3.com, Kamis, 1 Desember 2016, baterai tersebut menggunakan radiasi nuklir dalam proses isi ulang (charge). Saat ini radiasi nuklir memang dikenal cukup berbahaya bagi lingkungan namun itu bisa dialokasikan ke tempat lain, yakni energi baterai smartphone.

Bentuk baterai smartphone pun tidak seperti yang saat ini beredar. Pengecasan energi akan aman jika disimpan ke dalam materi yang terbuat dari berlian, khususnya berlian buatan manusia, yang bisa menyerap carbon-14.

Batu grafit paling indah ini ternyata bisa digunakan untuk memoderasi reaksi di pembangkit listrik tenaga nuklir. Saat ini ada lebih dari 95.000 ton radioaktif di Inggris yang bisa berkurang lewat proses pengecasan.

Baterai berlian radioaktif ini diperkirakan bisa menyimpan daya cukup besar. Bahkan sebuah perangkat yang ditenagai bisa bertahan sampai 10.000 tahun. Ini bisa dimanfaatkan untuk menghidupi alat pacu jantung, satelit, drone dan sejenisnya.

Namun ilmuwan menganggap yang dibutuhkan saat ini adalah memberikan ketahanan yang cukup lama untuk smartphone. Jadi mereka sedang mencari cara untuk bisa memecah kapasitas tersebut menjadi solusi daya rendah.

(mus)