Masalah Kulit yang Sering Dialami Wanita Hamil

ilustrasi wanita merasakan kontraksi hebat.
Sumber :
  • Pixabay/Greyerbaby

VIVA.co.id – Ada berbagai masalah kulit yang dihadapi wanita ketika mengalami kondisi tertentu. Misalnya, ketika akan mempersiapkan kehamilan atau pada masa hamil.

Pada wanita yang sedang dalam proses persiapan kehamilan seperti metode inseminasi atau lainnya, biasanya akan mendapatkan suplemen hormon. Suplemen ini dapat menimbulkan masalah kulit seperti jerawat atau flek hitam.

Menurut dr. Aninda Undiah Hasanah, Sp.KK, spesialis kulit dari Bamed Skin Care, pada ibu yang sedang hamil, biasanya terjadi perubahan di seluruh organ tubuhnya. Misalnya, perubahan imunologis, metabolik, atau hormonal yang berpengaruh pada kulit, kelenjar, rambut, dan kuku.

“Masalah kulit pada ibu hamil dapat dibagi dalam tiga perubahan besar," kata Aninda dalam seminar media Bamed Skin Care di Menteng, Jakarta, Selasa, 6 Desember 2016.

Pertama, perubahan fisiologis, contohnya gangguan pigmentasi atau warna kulit kurang merata, stretch mark dan glandular atau kelenjar. "Pada kehamilan, masalah yang paling banyak muncul adalah gangguan pigmentasi yang bisa mencapai 90 persen kasus," katanya.

Selain itu, ada pula masalah melasma atau kulit menghitam yang terjadi terhadap 50-70 persen wanita hamil, yang memasuki trimester kedua. Misalnya, pada lipatan leher, paha, atau ketiak. Melasma ada yang membaik setelah kelahiran. Tapi, pada 30 persen kasus, melasma menetap setelah kelahiran, sehingga butuh pengobatan.

Masalah kedua adalah jerawat yang cukup umum pada ibu hamil. Hal ini disebabkan perubahan hormonal. Kemudian stretch mark yang dialami 90 persen ibu hamil.

Lokasi stretch mark biasanya muncul di sekitar perut bawah atau payudara. Masalah ini muncul karena kehamilan yang semakin membesar atau kenaikan berat badan.

(mus)