Pertamina Harus Kebal Terhadap 'Mafia'

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto
Sumber :
  • VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar

Pertamina mempunyai permasalahan kapasitas produksi, Pertamina harus memiliki kapasitas lebih untuk memperluas pasar di internasional.

Lalu saya analisa Pertamina itu makhluk seperti apa? Apakah Pertamina ini hanya memproduksi komoditi migas, ternyata tidak. Ternyata dia berkaitan dengan kepentingan negara, berkaitan dengan hajat hidup orang banyak, dia bagian dari Undang-Undang Dasar 1945 untuk kesejahteraan masyarakat.

Pertamina tidak hanya makhluk korporasi, karenanya saya punya visi bagaimana membuat Pertamina ini menjadi tangan negara. Oleh karena itu, tema transformasi saya adalah mewujudkan kemandirian energi atau kedaulatan energi menuju Pertamina yang baru, yaitu yang world class.

Dalam perjalanannya, saya mengetahui bahwa di Singapura, ternyata konsumsi minyak cuma 150 ribu barel per hari, tapi kapasitas kilangnya di atas satu juta barel. Posisi kita menjadi importir.

Oleh karena itu kenapa kita tidak bangun kilang untuk kedaulatan energi. Siapa yang punya kilang, dia akan punya daya saing yang kuat.

Jadi Kalau bicara visi, 10-15 tahun ke depan harusnya Pertamina menjadi perusahaan nasional minyak dan gas terbesar di Asia tenggara.

Apa fokus transformasi Pertamina?

Apa yang menjadi fokus strategi manajemen baik jangka pendek dan jangka panjang itu tertuang dalam lima pilar. Pilar pertama itu aspek bisnis upstream, jadi apa yang kita bangun dalam transformasi Pertamina adalah bagaimana membangun daya saing Pertamina, sekaligus membangun kedaulatan energi Indonesia.

Kenapa upstream? Karena sesungguhnya permintaan bahan bakar minyak nasional 1,6 juta barel per hari. Namun, kapasitas kilang kita hanya bisa memenuhi 800 ribu bph, jadi ada kekurangan 800 ribu bph BBM yang terpaksa harus diimpor.

Artinya Pertamina atau Indonesia memiliki permasalahan dalam menyiapkan infrastruktur proses pengolahan minyak mentah menjadi BBM. Itu masuk dalam pilar ketiga. 

Jadi masalah yang paling mendasar bagi Pertamina dan Indonesia di jangka panjang adalah Kapasitas kilang, dan kapasitas upstream. Investasi di hulu adalah sesuatu harus kita siapkan.

Selain itu supaya Pertamina ini diterima oleh masyarakat, didukung oleh pemangku kepentingan untuk berinvestasi kilang yang begitu besar. Maka Pertamina harus jadi trusted company (perusahaan terpercaya) sehingga orang percaya pada Pertamina.