Semen Indonesia Cari Lahan Lain Bila Izin di Rembang Dicabut

Demonstrasi penolakan pabrik semen di Rembang
Sumber :
  • ANTARA/R. Rekotomo

VIVA.co.id – PT Semen Indonesia Tbk akan membeli bahan baku dari hasil tambang rakyat jika izin lingkungan terkait penambangan di lokasi pabrik Rembang tidak dapat lagi diraih.

Menurut Corporate Secretary Semen Indonesia, Agung Wiharto, lokasi pertambangan di Rembang sudah ada sejak 1996 dengan luas area mencapai ribuan hektare. Di sana telah melibatkan ribuan pekerja yang merupakan penduduk setempat.

"Maka, kalau Semen Indonesia tidak bisa menambang di sana, itu ada konsekuensi yang cukup besar, tidak hanya bagi kami tapi ada ribuan pekerja dan sekitar 14 perusahaan, itu harus dipikirkan juga," ujarnya saat ditemui di kantornya, Kamis, 5 Januari 2017.

Sementara jika perseroan tidak kunjung mendapatkan izin lingkungan pertambangan, lanjutnya, maka Semen Indonesia akan mencari bahan baku semen dari tambang tambang rakyat, yang tidak begitu jauh dari lokasi pabrik.

"Kita akan pikirkan mengambil dari luar, tapi beban operasionalnya jadi tinggi," katanya.

Sebelumnya, Direktur Utama Semen Indonesia, Rizkan Chandra, menuturkan pabrik semen di Rembang, yang memakan biaya investasi sekitar Rp4,9 triliun, tetap beroperasi. Itu karena yang tersendat saat ini hanya izin lingkungan.

"Sekarang juga boleh jalan (pabrik), sekarang lagi percobaan produksi, tetapi bukan menambang, karena izin menambangnya dicabut. Kami tunggu izin baru atau tambangnya bisa beli di sebelah, banyak tambang rakyat," kata Rizkan.

(ren)