Isu Bunuh Diri dan Overdosis di Kematian George Michael

George Michael semasa hidup
Sumber :
  • Reuters/Heinz-Peter Bader

VIVA.co.id – Kematian mendadak George Michael, Minggu 25 Desember lalu masih menjadi misteri. Pihak kepolisian menyelidiki kematian penyanyi yang menutup mata selamanya di usia 53 tahun ini.

Unit Kriminal Kepolisian Thames Valley mengambil alih kasus ini karena muncul kecurigaan bahwa kematian George karena overdosis obat-obatan. 

Polisi pun memanggil kekasih pria George, Fadi Fawaz, untuk menjalani pemeriksaan terkait kematian penyanyi asal Inggris tersebut. Fadi adalah orang yang menemukan George tergeletak di tempat tidur dan sudah tak bernyawa. 

Fadi dikabarkan menjalani pemeriksaan pada Rabu, 4 Januari. Fadi dimintai keterangannya terkait tentang detik-detik terakhir George sebelum menghembuskan napas terakhirnya. 

Polisi mulai menangani kasus kematian mendadak George karena hasil post mortem menjelaskan meninggalnya penyanyi itu ‘tidak meyakinkan’. Namun, polisi masih menunggu hasil tes toksikologi yang dapat memberikan penjelasan baru soal kematian superstar tersebut. Polisi menduga George tewas karena overdosis obat.

Seperti dilansir dari The Sun, detektif meminta paparazzi untuk meminta foto-foto orang yang datang dan pergi ke rumah George sebelum ia meninggal. 

Sebelumnya, Twitter Fadi menyebutkan bahwa George tewas bunuh diri. Tetapi, penata rambut ini menyatakan bahwa akun Twitter pribadinya dibajak.

Mengenai kematian George, Fadi menjelaskan bahwa sebelum menemukan George di ranjang, ia tidur di mobil.

"Saya tak pernah melihatnya malam itu. Polisi tahu semuanya. Itu yang paling penting," ujar Fadi.