Mengenal Kredit Multiguna

Ilustrasi kredit pemilikan rumah
Sumber :

Jenis aset agunan yang bisa Anda gunakan untuk mencairkan dana dalam jumlah besar biasanya berupa sertifikat tanah, atau rumah. karena kedua aset ini dianggap bernilai tinggi.

- Bunga pinjaman rendah

Mengapa bunganya rendah? Karena, saat pengajuan kredit multiguna, ada barang yang Anda jaminkan, atau agunkan. Berbeda dengan saat pengajuan Kredit Tanpa Agunan (KTA) yang bunganya jauh lebih tinggi, karena tidak adanya agunan yang Anda berikan. Tentunya, kredit meltiguna menguntungkan bukan?

- Waktu Pelunasan Panjang

Pinjaman besar, bunga rendah, pelunasan panjang, lengkap bukan? Dengan adanya jangka waktu yang lebih lama bisa mencapai 10 tahunan lebih, maka kemungkinan untuk melunasi utang pun semakin besar dan panjang.

4. Apa kekurangan kredit multiguna?

Setiap tindakan yang kita ambil pasti memiliki nilai positif dan negatif, sama halnya dengan kredit multiguna ini, juga memiliki kelebihan, serta kekurangan. Apa saja kekurangannya? Yuk disimak.

- Prosesnya lama

Tidak seperti KTA yang proses pencairan dananya berlangsung cepat. Kredit multiguna pencairan dananya sedikit lebih lama. Mengapa? Karena, bank perlu menaksir berapa nilai dari aset yang kita jaminkan. Setelah mengetahui total, atau nilai dari aset kita, barulah bank akan memberikan dana tersebut. 

Kelayakan aset kita juga dinilai oleh bank. Apabila aset dianggap layak, maka pinjaman akan segera dicairkan. Namun, jika tidak layak, ya apa boleh buat pinjaman ditolak.

- Pinjaman bergantung pada nilai aset

Saat mengajukan pinjaman, aset sangat menentukan berapa jumlah pinjaman yang diperbolehkan. Jika jaminan aset nilainya lebih tinggi dari pinjaman, uangnya akan dikembalikan kepada si debitur selaku pemilik aset setelah dipotong sisa utang. Jika Anda ingin mengajukan pinjaman tanpa adanya aset yang diagunkan, jangan harap permintaan pinjaman Anda disetujui.

- Aset melayang

Jenis aset yang akan Anda agunkan pada kredit multiguna, tidaklah sembarangan. Seperti yang telah dibahas di atas, nilai aset haruslah setara, atau lebih tinggi dari total pinjaman. 

Jika saat pelunasan pinjaman Anda mengalami kemacetan, atau gagal bayar, jangan heran jika bank akan menyita aset Anda tersebut. Penyitaan yang dilakukan oleh bank bisa membuat aset Anda melayang. (asp)