Ini Tujuh Negara dengan Ekonomi Paling Buram dan Misterius

Pemimpin Republik Rakyat Demokratik Korea Utara, Kim Jong-un.
Sumber :
  • REUTERS/KCNA

VIVA.co.id – Dalam sebuah demokrasi yang terbuka, mudah untuk menemukan sebuah kebebasan pers dan akses informasi untuk diberikan kepada publik. Tapi laporan dari Risk Advisory Group menunjukkan bahwa aspek-aspek informasi pemerintah adalah hal relatif jarang terbuka di dunia.

Dilansir dari laman Business Insider, pada Jumat 27 Januari 2017, konsultan tersebut mencatat negara-negara dengan peringkat terendah yang meliputi ketersediaan informasi publik, kualitas data dan berapa mudahnya untuk diakses oleh manusia untuk mencari sebuah informasi baru. 

Adapun negara-negara yang paling sulit ditembus informasinya menurut penelitian adalah:

1. Republik Rakyat Demokratik Korea Utara 

Sangat rahasia, negara otokratis ini mendapat skor 34 dari Risk Advisory Group, penetapan ini juga dikatakan sebagai pemerintah yang paling buram di planet ini.

2. Turkmenistan –

Turkmenistan diperintah oleh Presiden Sapurmurat Niyazov selama 31 tahun antara tahun 1985 dan 2006. Negara ini belum terbuka banyak sejak itu, dan mendapatkan skor 33 pada skala keburaman. Turkmenistan adalah negara terburuk ketiga di dunia untuk kondisi kebebasan pers menurut Reporters Without Borders.

3. Laos

Laos adalah sebuah republik Marxist di Asia Tenggara. PDB per kapitanya adalah salah satu yang terendah di dunia, sekitar US$6.000, dan pemerintah memiliki skor 30 pada skala keburaman.

4. Republik Kuba

Meskipun pemulihan hubungan dengan Amerika Serikat baru dilangsungkan kembali, pemerintah Kuba tetap miliki peringkat tinggi pada skala keburaman dengan 29.

5. Libya

Negara Afrika Utara belum mendapatkan kembali stabilitas setelah menumbangkan mantan diktator Muammar Gaddafi pada tahun 2011, dan memiliki skor 28.

6. Sudan Selatan

Sudan Selatan merdeka dari Sudan pada tahun 2011 dan telah terkunci dalam perang saudara sejak 2013, mendapatkan skor 27.

7. Bhutan

raja Bhutan dikenal sebagai Thunder Raja Naga, tetapi meskipun reformasi politik baru dilakukan di negara bagian Himalaya itu, mereka tetap mendapat skor keburaman 26. (ren)