Arab Saudi Yakin Ekonomi Qatar Bakal Hancur

Pemandangan Kota Doha, Qatar.
Sumber :
  • REUTERS/Fadi Al-Assaad/File Photo

VIVA.co.id – Menteri Luar Negeri Arab, Adel Al-Jubeir, mengatakan ekonomi Qatar bakal hancur apabila pemerintahnya belum juga mengubah kebijakan soal dukungan kepada kelompok ekstremis. Ini yang membuat sejumlah negara di Timur Tengah, termasuk Arab Saudi, putus hubungan dengan Qatar. Tak hanya itu, Qatar juga menghadapi embargo ekonomi dan transportasi dari para tetangganya.

Dilansir dari Reuters, Rabu 7 Juni 2017, Al-Jubeir mengatakan ekonomi Qatar akan lebih menderita jika bersikeras terus memberikan dukungannya kepada kelompok garis keras di Timur Tengah. 

"Kami percaya bahwa akal sehat dan logika akan meyakinkan Qatar untuk mengambil langkah yang benar," ujarnya di Paris. 

Menurut Al-Jubeir, Qatar perlu melakukan beberapa langkah untuk mengakhiri tekanan ekonomi yang dirasakan. Antara lain, mengakhiri dukungannya terhadap Hamas dan Ikhwanul Muslimin.

"Kami meyakini warga Qatar tidak ingin terus-teusan merasakan biaya mahal seperti saat ini," tambahnya.   

Perusahaan internasional bidang transportasi dan logistik terpadu, Maersk mengungkapkan, saat ini sudah tidak dapat mengangkut barang masuk atau keluar dari Qatar. Setelah negara-negara Arab memberlakukan pembatasan distribusi perdagangan di telut tersebut. 

Juru Bicara Maersk yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, pihaknya kini sedang mencari rute alternatif pelayaran untuk distribusi barang. Jalur pengiriman reguler dilakukan dari Pelabuhan Uni Emirat Arab, Jabel ali

"Kami telah dikonfirmasi bahwa kami tidak dapat memindahkan kargo Qatar masuk dan keluar dari Jabel Ali," ujarnya kepada Reuters.

Maersk saat ini mempertimbangkan rute distribusi lain seperti jalur pelayaran melalui Oman. Hal tersebut akan segera ditawarkan kepada klien-kliennya. (ren)