Sampoerna Telekomunikasi Luncurkan Jaringan 4G LTE

Layanan 4G Sampoerna Telekomunikasi Indonesia.
Sumber :
  • Afra / VIVA.co.id

VIVA.co.id – PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia (STI) memperkenalkan layanan 4G LTE di frekuensi 450 Mhz barunya. Layanan bernama Net1 (N1) ini dibangun untuk pemerataan akses internet 4G ke seluruh pelosok negeri. 

Chief Executive Officer Net1 Larry Ridwan menuturkan, frekuensi 450 Mhz tersebut memiliki jangkauan sinyal lebih luas ketimbang frekuensi seluler di atasnya. Frekuensi tersebut cocok untuk diterapkan di area sub urban dan rural atau pedesaan.

"Sekarang, sudah ada lebih dari 20 operator, dari 115 operator CDMA 450 Mhz, yang beralih ke 4G LTE. Umumnya, operator berfrekuensi seperti ini operasinya ada di daerah-daerah khusus, seperti pinggiran kota dan pedesaan. Target pasarnya juga segmented, seperti korporasi dan Machine to Machine (M2M)," kata Larry di kantor Sampoerna Strategic Square, Jakarta Selatan, Kamis 22 Juni 2017.

Net1 Indonesia merupakan merek dagang yang diusung PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia pasca bertransformasi dari layanan Code Division Multiple Access (CDMA) ke 4G LTE di frekuensi 450Mhz. N1 melakukan swap dari CDMA ke 4G LTE secara bertahap. Larry mencatat, hingga kini sudah ada total 53 titik CDMA, dari 440 titik, yang bermigrasi ke 4G LTE.

"Sejauh ini, layanan kami sudah menjangkau pulau Sulawesi Selatan, Maluku, Lombok, Aceh, dan Banten. Jaringan 4G 450 Mhz ini bisa mencapai sampai jarak 100 kilometer," ujar Larry.

Penggarapan proyek ini tak lepas dari masuknya investor AINMT Holdings. Sebelumnya perusahaan induk dari AINMT Skandinavia Holdings dan AINMT International Holdings, mengumumkan penandatanganan perjanjian untuk berinvestasi di STI pada bulan Januari 2016.

Kelompok usaha AINMT dikenal mengoperasikan layanan 450MHz 4G LTE di Swedia, Norwegia dan Denmark di bawah N1 dan ice.net. Selain itu juga layanan serupa hadir di Filipina melalui unit jaringan 450MHz lainnya, yaitu Broadband Everywhere (BE).