Nilai Tukar Petani pada Ramadan dan Lebaran Naik 

Ilustrasi petani.
Sumber :
  • CNBC

VIVA.co.id – Badan Pusat Statistik mencatat, Nilai Tukar Petani Juni 2017 naik 0,38 persen dibanding bulan lalu. Kenaikan NTP pada musim Ramadan dan Lebaran ini lantaran kenaikan indeks harga yang diterima petani (It) yang tercatat 0,60 persen atau lebih besar dari indeks harga yang dibayar petani (Ib) sebesar 0,22 persen. 

Kepala BPS, Suhariyanto, mengatakan NTP menunjukkan daya tukar petani dari produk pertanian dengan barang atau jasa yang dikonsumsi ataupun untuk biaya produksi. Singkatnya, jikalau NTP naik, artinya petani lebih sejahtera.

"Semakin NTP naik, secara relatif, kuat pula tingkat kemampuan atau daya beli petani," kata Suhariyanto di kantor pusat BPS, Jakarta, Senin 3 Juli 2017. 

Pada Juni 2017, kata dia, NTP Provinsi Banten mengalami kenaikan tertinggi yaitu 1,34 persen yang naik lebih baik ketimbang rata-rata kenaikan di wilayah lainnya. 

"Sebaliknya NTP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengalami penurunan terbesar yaitu 1,42 persen," ujarnya. 

Dijelaskan Suhariyanto, terjadinya inflasi perdesaan sebesar 0,22 persen, itu tak lain disebabkan oleh naiknya sebanyak enam dari tujuh kelompok penyusun indeks daya beli rumah tangga termasuk petani.

"Jadi NTP naik karena harga hasil produksi pertanian mengalami kenaikan lebih besar dari kenaikan harga barang dan jasa yang dikonsumsi rumah tangga maupun untuk keperluan produksi pertanian," katanya. (one)