Ketika Chicco Jerikho Kesulitan Lepas dari Karakter Film

Chicco Jerikho.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Shintaloka Pradita Sicca

VIVA.co.id – Sebagai pemeran utama dalam film Filosofi Kopi, Chicco Jerikho, menganggap film ini sebagai rumah keduanya yang memberikannya kawan baru dan kolega bisnis. Apalagi, setelah menyelesaikan proses produksi Filosofi Kopi pertama, dia berhasil mendirikan kedai Filosofi Kopi sungguhan. 

Alhasil, Filosofi Kopi sangat melekat pada dirinya. Di kedainya pun, ia berusaha menciptakan konsep berfilosofi. 

"Karena, konsep kedai Filosofi Kopi adalah semua orang bisa menemukan dirinya sendiri, no wi-fi, supaya kita ngobrol, saling kenal, bisa saling sapa satu sama lain," kata Chicco di kedai Filosofi Kopi, Jakarta, Minggu malam, 16 Juli 2017.

Kemudian, ia mengaku karakter Ben yang dimainkannya di Filosofi Kopi tak pelak melekat dalam dirinya. Menurutnya, karakter ini adalah yang paling melekat pada dirinya, dibanding karakter lain yang pernah ia mainkan.

"Melekat banget. Kalau dibilang, karakter yang paling melekat selama gue jadi aktor, ya si Ben ini, karena setelah selesai syuting pun gue punya kedainya. Ketemu Jody langsung, orang-orang setiap gue pergi ke coffee shop juga manggil gue Ben," ungkapnya. 

Sehingga, selanjutnya, ia mengatakan bahwa menjadi tantangannya untuk lepas dari karakter Ben ini. Atas penghayatan perannya yang totalitas, dia berharap, jumlah penonton sekuel Filosofi Kopi semakin meningkat. 

"Sejauh ini, tiga hari, hampir 200-an (penonton). Ya lumayan lah, doain aja supaya penontonnya bertambah karena enggak lupa juga buat tanggung jawab sosial untuk memberikan benih ke petani kopi," ujarnya. 

Sebagi informasi, film Filosofi Kopi disutradari Rangga Dwimas Sasongko, dan diadaptasi karakter dari karya Dewi Lestari. Menghadirkan pemeran utama Chicco Jerikho, Rio Dewanto, Luna Maya, dan Nadine Alexandra, film ini sudah tayang di bioskop Indonesia sejak 13 Juli 2017. (asp)