Saya Ingin Bermanfaat untuk Orang Lain
- VIVA.co.id/Muhamad Solihin
Apa pesan yang ingin Anda sampaikan di Anak Rantau?
Banyak. Ada rekonsiliasi ke dalam dan ada rekonsiliasi ke masyarakat. Rekonsiliasi itu bsa ditegakkan dengan kata maaf. Sebuah luka yang tidak bisa dimaafkan bisa menjdi luka yang akan basah terus. Luka hati, luka sejarah. Untuk mengobati, caranya bisa dengan memaafkan dan buka lembaran baru. Kedua, alam berkembang jadi guru. Jadi, jangan batasi wawasan kita, buka seluas-luasnya pemikiran kita. Karena semua punya ilmu dan bisa menjdi ilmu kita.
Ada kritik soal degradasi moral?
Dalam ceritanya ada kritik. Karakter tokoh utama melihat kampung tidak seindah dulu lagi, tidak sekuat dulu lagi, tidak seaman dulu lagi. Dari segi lingkungan, lingkungan yang dulu indah sekarang sudah rusak, kena polusi. Dalam cerita lain banjir, erosi, kalau dalam cerita Anak Rantau ini danau di sana kena polusi karena tidak dijaga. Jadi, setahun rata-ra bisa dpt 300-400 halaman. Tinggal diedit, diperbaiki, dua tahun jadi.
Selain itu?
Pesan selanjutnya soal narkoba. Narkoba masuk kampung kecil. Belakangan banyak penangkapan, saya jadi bertanya-tanya kenapa baru sekarang banyak penangkapan? Awalnya, saya enggak percaya narkoba masuk di kampung saya (Sumatera Barat). Saya riset ke BNN (Badan Narkotika Nasinal), saya datang ke pusat rehabilitasi di sana. Tanya-tanya ke intelnya, dokter di sana.
Ternyata, daerah saya merupakan jalur merah, jalur narkoba. Narkoba masuk lewat jalur Selat Malaka, karena garis pantainya luas. Masuk dari Aceh, kemudian turun. Ada yang melalui Riau dari Malaysia dan Singapura. Ketemunya di daerah Sumatera Barat.ffff
Selanjutnya, Trilogi Anak Rantau>>>
Berarti Anak Rantau enggak sepenuhnya fiksi?
Kalau Trilogi Negeri 5 Menara itu berdasarkan pengalaman sendiri. Kalau ini, kerangka ceritanya dari hasil riset.
Selain novel, apakah Anda menulis tema lain?
Ada buku tentang cara mencari dan mendapatkan beasiswa, tentang traveling, dan quote kebijaksanaan di pesantren. Ada juga buku yang ditulis bersama penulis lain.
Bisa diceritakan lahirnya Komunitas Menara?
Setelah Negeri 5 Menara terbit, ada gempa besar di Padang. Sekolah banyak yang runtuh. Saya berpikir, buku saya ini kan sebetulnya salah satu konten pentingnya soal pendidikan. Nah, sesuatu yang bisa dilakukan selain memberikan inspirasi melalui cerita, adalah memberi secara fisik. Saya bersama pembaca dan penerbit melakukan donasi. Jadi, saat itu diterbitkan buku Negeri 5 Menara edisi keempat dan yang membeli sebetulnya langsung mendonasi untuk rekonstruksi pascagempa di Padang.