Menilik Gurihnya Bisnis Umrah

Ilustrasi jemaah umrah.
Sumber :
  • VIVA.co.id/ Eko Priliawito

VIVA.co.id – Umrah kini dijadikan paket wisata Muslim dunia. Apalagi, jemaah umrah Indonesia merupakan salah satu yang terbesar di dunia. 

Tumbuhnya bisnis 'haji kecil' ini, lantaran untuk dapat melaksanakan rukun Islam kelima, yaitu naik haji, membutuhkan antrean hingga puluhan tahun.

Tahun lalu saja, jemaah umrah Indonesia mencapai lebih dari 850 ribu orang. Sementara, menurut Pew Research, total populasi Muslim dunia pada 2010 mencapai 1,6 miliar orang.

Menurut Direktur Hajj People, Bambang Hamid, angka ini diprediksi akan mencapai 2,8 miliar orang pada 2050 atau 30 persen dari seluruh populasi dunia.

"Yang cukup mencengangkan lagi, berdasarkan data World Travel and Tourism Council, dari wisata Islami seperti umrah mampu mendulang uang sebesar US$140 miliar (Rp1,86 triliun) tahun 2013. Ini diperkirakan akan meningkat menjadi US$238 miliar (Rp3,16 triliun) di tahun 2018," kata dia, dalam keterangannya, Sabtu, 7 Oktober 2017.

Bambang, yang merupakan ketua Islamic Tourism Expo 2017, ini mengatakan, besarnya jumlah warga Indonesia yang umrah setiap tahun menjadikannya sebagai negara terbesar ketiga dunia setelah Mesir dan Pakistan.

"Untuk haji kita (jumlah jemaah) terbesar. Jadi ibaratnya, di mata perusahaan travel dunia, Indonesia adalah 'Golden Boy'. salah satu pasar terbesar," tuturnya.

Mengingat besarnya perputaran uang di sektor ini, Bambang akan menggelar Islamic Tourism Expo 2017 pada 10-12 Oktober mendatang di Jakarta.

Ia menyebutkan, ITE yang rencananya akan dibuka Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin itu bakal dimeriahkan lebih dari 100 perusahaan, mulai dari biro perjalanan haji dan umrah, maskapai penerbangan, hotel, asosiasi perjalanan wisata, Computer Reservation System, perusahaan transportasi hingga perusahaan katering.

Tak hanya itu, Bambang ingin mengedukasi masyarakat tentang masalah-masalah yang dihadapi masyarakat dalam menjalankan ibadah haji dan umrah.

"Kami ingin calon jemaah umrah bisa memilih biro perjalanan yang tepat, baik dan bertanggungjawab. Sehingga, jamaah kita terhindar dari upaya-upaya penipuan dan penelantaran baik oleh oknum maupun biro perjalanan nakal," ungkap dia. (hd)