Insting Dubes Dibutuhkan Guna Genjot Perdagangan RI

Aktivitas bongkar muat petikemas
Sumber :
  • VIVA.co.id/Dwi Royanto

VIVA – Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perdagangan, Benny Soetrisno mengatakan, Duta Besar Indonesia memiliki peran penting dalam mendongkrak ekspor Indonesia ke sejumlah negara penempatannya.

Benny menjelaskan, para dubes yang telah ditentukan pos-posnya oleh Presiden dapat mencermati kepentingan ekspor dari negara yang ditempatinya, sehingga dapat menginformasikan kepada pelaku usaha yang ada di Indonesia.

Langkah tersebut, lanjutnya, bisa mendorong sejumlah barang ekspor apa saja yang bisa dimasuki. Dan, pada akhirnya dapat mendongkrak nilai ekspor Indonesia setiap tahunnya.

"Dubes kan tidak hanya sekedar diplomasi politik, tetapi perdagangan juga," katanya di kantor Kadin, Jakarta, Senin 5 Maret 2018.

Menurutnya, Dubes juga harus bisa melakukan lobi-lobi perdagangan untuk membuka jalur ekspor dengan menciptakan perjanjian-perjanjian yang bisa menurunkan, atau bahkan menghilangkan tarif ekspor dari negara yang dituju.

"Akses pasar itu adalah meniadakan non tarif barier dan menurunkan tarif barier, kalau bisa malah zero tarif. Kalau ada prefensial tarif agreement-nya itu lah tugas pak Dubes yang melakukan lobi di sana. Kalau Dubes bisa turunin tarif, nanti baru kita masuk," ungkapnya.

Terlebih, lanjutnya, harga mata uang rupiah terhadap dolar saat ini masih tinggi, atau masih di kisaran Rp13.700, sehingga persaingan produk bisa lebih kompetitif, dan bisa dongkrak ekspor.

"Potensinya, kalau melemah rupiah, malah makin naik ekspornya. Artinya, malah makin kompetitif harganya," ujarnya menambahkan.

Selain itu, Benny mengungkapkan, sektor ekspor Indonesia di dunia juga masih besar volumenya, di mana ekspor Indonesia menguasai dua persen perdagangan dunia.

Dengan demikian, dia menyarankan, agar para dubes terus bisa memasarkan produk-produk anak bangsa, khususnya di sektor manufaktur dan agro yang masih dominan mendongkrak pertumbuhan ekspor Indonesia.

"Rekomendasi dari kita mengenai jenis ekspor yang berpeluang dari negara tersebut apa saja dan dari negara mana, serta nilainya berapa. Sehingga, kita tawarkan kepada pelaku usaha apakah mampu mereka itu. Terutama, ekspor masih didominasi manufaktur dan agro jadi sepanjang matahari ada, agro itu akan tumbuh, sehingga direalisasikan dalam barang barang manufaktur, sehingga ada nilai tambah," paparnya. (asp)