Kunjungi Tukad Bindu, Delegasi IMF-WB Sebut Wisata di Bali Inovatif

Delegasi IMF dan Bank Dunia kunjungi tempat wisata Tukad Bindu.
Sumber :
  • Istimewa.

VIVA – Gelaran Anual Meeting IMF dan Bank Dunia di Bali, yang digelar pada pekan lalu sudah usai. Namun, para delegasi dan peserta masih banyak yang belum meninggalkan pulau dewata untuk menikmati wisata di daerah tersebut. 

Hari ini, para delegasi dari IMF dan Bank Dunia pun mengunjungi Tukad Bindu. Salah satu destinasi wisata sungai di Kesiman, Denpasar Timur, Bali, yang menyajikan wisata sungai mirip kawasan Cheonggyecheon, Seoul, Korea Selatan. 

Delegasi IMF World Bank Grup yang berjumlah puluhan orang dipimpin oleh Knowledge Sharing and Learning Global Practice for Social, Urban, Rural and Resilience, Steffen Soulejman Janus itu, diterima Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra. 

Kehadiran delegasi IMF tersebut, juga disambut oleh seniman cilik “Kendang Adi Mardangga”, serta tampak disambut Wakil Wali Kota, IGN Jaya Negara. Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, seluruh pimpinan OPD Pemkot Denpasar, didampingi Ketua Yayasan Tukad Bindu, Ida Bagus Ari Manik dan pengelola Tukad Bindu, I Gusti Ari Rai Temaja.

Rai mengatakan, fokus utama yang dilakukan di Tukad Bindu ini adalah revitalisasi sungai dengan tujuan membentuk kemandirian masyarakat dan akselerasi pembangunan. Dia pun mengapresiasi kunjungan para petinggi lembaga keuangan dunia tersebut. 

“Membentuk karakter masyarakat adalah yang utama, karena ini program jangka panjang  dan berkelanjutan,” ujar Rai dikutip dari keterangan resminya, Selasa 16 Oktober 2018. 

Tukad Bindu diketahui sebelumnya juga telah dikunjungi oleh delegasi CEO World Bank, Kristalina Georgieva. Kali ini, Steffen sebagai pimpinan rombongan, mengapresiasi apa yang telah dilakukan komunitas Tukad Bindu yang telah mengubah sungai kotor menjadi salah satu destinasi wisata di Bali.

“Tempat ini sangat luar biasa, inovatif dan sangat memikirkan masa depan, saya berharap semua desa di Indonesia dan dunia mampu menginspirasi seperti yang dilakukan di Tukad Bindu yang sukses bentuk Community Based," ungkapnya. 

Menurutnya, komunitas itu sangat baik dalam pengelolaan dan partisipasi masyarakatnya. Mulai dari ada budidaya ikan, sampai memasak sayur yang ditanam sendiri dikawasan tersebut.

“Komunitas ini berhasil menginisiasi Tukad Bindu, yang sebelumnya tidak tertata, kini mampu dikembangkan menjadi tempat yang menginspirasi dan luar biasa, dan ini dapat menjadi contoh untuk wilayah lainnya” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Tukad Bindu, Ida Bagus Ari Manik mengungkapkan, partisipasi masyarakat adalah hal yang utama menyukseskan program di Tukad Bindu. 

“Terima kasih kepada semua pihak yang mendukung, World Bank melalui PNPM Mandirinya, dan khususnya Pemkot Denpasar yang selalu mendukung terbentuknya community based yang ada,” ujarnya.

Seperti diketahui, Tukad Bindu saat ini terdapat beberapa lokasi menarik. Permainan anak tradisional, kuliner tradisional Bali, Kopi Bindu, taman anggrek, hingga pengelolaan budidaya ikan lele dengan aquaponik.
 
“Tentunya, kami mengarahkan lokasi Tukad Bindu, nantinya mampu menjadi lokasi natural dan mengurangi penggunaan plastik,” tambahnya.