Proyek Sebagian LRT dan Kereta Cepat Disetop Dulu, Ini Alasannya

Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Desi Arryani
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

VIVA – PT Jasa Marga Tbk mengungkapkan beban lalu lintas di Jalan Tol Jakarta-Cikampek atau Japek, telah melebihi volume and capacity ratio saat ini. Kondisi tersebut diperparah beberapa Proyek Strategis Nasional yang pembangunannya bersamaan di sekitar Jalan Tol Japek eksisting. 

Seperti Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated, Light Rail Transport (LRT) Jakarta-Bekasi Timur, Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Jalan Tol JORR II Cibitung-Cilincing dan Cibitung-Cimanggis. Akibatnya, sering terjadi kemacetan parah di daerah tersebut. 

Usai mengadakan rapat penanganan kemacetan Tol Japek, Rabu kemarin, di Bekasi Timur, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, menghentikan sementara dua pekerjaan proyek infrastruktur yang sedang di Japek.

Proyek tersebut yaitu, pembangunan jalur kereta cepat Jakarta-Bandung oleh KCIC dan proyek pembangunan LRT Jabodebek di ruas tol Japek Km 11 sampai dengan 17. Sebab, Km itu merupakan titik terpadat terjadinya kemacetan.

Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani mengungkapkan, alasan lain mengapa proyek-proyek tersebut dihentikan sementara. Salah satunya Jalan Tol Japek II Elevated yang tengah dikejar pembangunannya supaya dapat beroperasi fungsional saat lebaran 2019. 

"Selain itu, manfaat Jalan Tol Trans Jawa dari Jakarta-Grati akan lebih maksimal jika Jalan Tol Japek II Elevated juga selesai," ujar Desi dikutip Rabu 21 November 2018 dari keterangan resminya.

Dia menegaskan, akan terus berkoordinasi  dengan Dinas Perhubungan, Badan Pengelola Transportasi Jakarta (BPTJ), dan Kepolisian.
 
"Supaya pengaturan dari beberapa proyek ini dan pengaturan dari kami sendiri sebagai pelaksana dari Jakarta-Cikampek Elevated jauh lebih efektif,” tambahnya. (ren)