Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Lintas

Informasi

Pakar: Bali Seharusnya Lockdown Ketat Bukan Malah Dibuka untuk Turis

Sabtu, 8 Agustus 2020 | 06:26 WIB
Oleh :
Foto :
  • abc
Warga di Bali banyak yang tinggal di rumah yang berdiri sendiri sehingga penyebaran virus COVID-19 relatif lebih rendah dibandingkan Jakarta.

Pulau Bali sebagai destinasi wisata utama di Indonesia sudah kembali dibuka untuk turis dalam negeri akhir Juli lalu, namun menurut seorang pakar, saat pandemi COVID-19 belum menurun seharusnya Bali masih dalam "lockdown" ketat.

Bali dan Jawa Bali sejauh ini memiliki 3.600 kasus COVID-19. Di Jakarta, kasus aktif sekarang ini adalah 7.700. Kepadatan penduduk, gaya hidup, dan keberuntungan bisa menjadi faktor pembeda

Baca Juga

Hal ini dikatakan oleh Dr Gusti Ngurah Kade Mahardika dokter ahli virus di Universitas Udayana Denpasar kepada ABC, setelah melihat ketidakjelasan angka penyebaran kasus COVID-19 di Indonesia.

Mahardika mengatakan jumlah kasus di Bali bisa setidaknya enam kali lebih tingi dibandingkan angka resmi dari pihak berwenang.

"Jumlah kasus resmi COVID-19 menurut pemerintah di Bali seperti puncak gunung es dan jumlah sebenarnya bisa beberapa kali lebih tinggi," katanya.

Angka resmi yang dikeluarkan pemerintah Bali sejauh ini mengatakan adanya 3.600 kasus COVID-19 total dengan 500 kasus aktif.

"Di Amerika Serikat, jumlah sebenarnya kasus di sana adalah 6 sampai 24 kali lebih tinggi dari angka resmi. Bila dikalikan enam, berapa jumlah kasus di Bali sekarang ini?

"Menggunakan metode ini, bila kita kalikan 3 ribu kasus, kali 6, jumlahnya sekitar 20 ribu. Jadi apa yang diperlihatkan dalam angka resmi adalah fenomena gunung es."

Bali sudah menerima turis dalam negeri dan mulai 11 September direncanakan akan dibuka bagi turis internasional.

AP: Firdia Lisnawati

Melihat angka-angka ini, Mahardika mengatakan daripada membuka diri lagi untuk menerima turis, Bali seharusnya menerapkan "lockdown" ketat selama dua minggu untuk menekan kasus.

"Dengan data yang ada [sebenarnya] tidak memungkinkan kita untuk membuka diri bagi turis lokal maupun internasional," katanya.

"Rumah sakit sudah hampir penuh. Ini sudah lampu kuning, dan bahkan lampu merah bagi pemeritnah di Bali untuk melihat apakah sekarang waktu yang tepat untuk membuka diri bagi wisata, baik turis lokal maupun mancanegara."

"Ini harus dikaji dengan segera."

Turis lokal mulai berdatangan

Bali sudah dibuka untuk turis dalam negeri sejak 31 Juli lalu dengan ribuan orang dilaporkan sudah datang ke Bali.

Sementara turis mancanegara rencananya akan diizinkan kembali mulai 11 September.

Foto dan video yang beredar di media sosial menunjukkan turis berada di pantai-pantai, dengan sebagian mengenakan masker.

Iklan pun sudah mulai bermunculan di internet menawarkan paket liburan ke Bali.

Bali sekarang sudah membuka diri lagi untuk kedatangan turis lokal sejak 31 Juli.

AP: Firdia Lisnawati

Adanya perasaan Bali lebih aman dibandingkan Jakarta dan Pulau Jawa, mungkin menjadi alasan mengapa ribuan turis sudah mendatangi pulau tersebut selama seminggu terakhir sejak dibuka Juli lalu.

Tetapi Mahardika mempertanyakan apakah turis mancanegara termasuk warga Australia akan mau datang.

Lihat artikel asli
Topik Terkait
Saksikan Juga
Terpopuler