Kebutuhan Daging Potong Meningkat, RI Impor dari Australia

Sumber :
  • ANTARA FOTO/Sahlan Kurniawan
VIVA.co.id - Menteri Perindustrian, Saleh Husin, mengatakan kebutuhan daging potongan atau  secondary cut
diperkirakan meningkat untuk tahun depan. Angkanya sekitar delapan persen.

"Tahun depan naik 8 persenlah," kata Saleh di Jakarta, Jumat, 9 Oktober 2015.

Sementara itu, angka kebutuhan daging untuk industri tahun ini tercatat sebesar 23 ribu ton. Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Panggah Susanto, menambahkan kebutuhan daging tersebut merupakan kebutuhan daging untuk industri dan berbentuk daging potongan. Kenaikan ini menyesuaikan pertumbuhan industri makanan dan minuman (mamin) sebesar delapan persen. 

Daging-daging tersebut akan dipasok dari negara yang bebas penyakit kuku dan mulut, seperti Australia.

"(Iya diimpor) karena dalam negeri belum bisa berproduksi. Prinsipnya dari negara-negara yang tidak termasuk penyakit PMK--penyakit mulut dan kaki," kata Panggah.