Cara Pemerintah Pangkas Rantai Distribusi Beras

Ilustrasi kulit beras
Sumber :
  • Pixabay

VIVA.co.id - Pemerintah kembali menggelar rapat koordinasi tingkat kementerian, dalam upaya mengantisipasi lonjakan harga komoditas pangan. Salah satunya adalah beras domestik, yang memiliki rantai distribusi yang relatif panjang.

Berdasarkan pantauan VIVA.co.id, hadir dalam rapat ini di antaranya Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno, dan Kepala Badan Pusat Statistik Suryamin.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution menuturkan, guna memangkas rantai distribusi, pemerintah berencana untuk memberikan tugas tersebut ke BUMN lain.

"Arahnya tadi adalah, akan ada BUMN lain yang juga ditugaskan untuk melakukan distribusi, selain Badan Urusan Logistik (Bulog). Memang harus diubah jalur distribusinya," ujar Darmin saat ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa 9 Februari 2016.

Kendati demikian, mantan Gubernur Bank Indonesia ini mengatakan, pembahasan hal ini belum sepenuhnya rampung, meskipun ia telah berbicara dengan Menteri BUMN Rini Soemarno, terkait rencana tersebut.

Namun, ia menegaskan, ada beberapa perusahaan pelat merah yang memiliki kapasitas melakukan hal itu.

"Kami sudah mulai bicarakan dengan Menteri BUMN apa yang bisa dilakukan. Silahkan Menteri BUMN yang tunjuk. Mereka punya banyak BUMN perdagangan. Tapi belum tuntas mengenai itu," kata Darmin.

Tak hanya BUMN, Darmin turut mengindikasikan ada andil masyarakat secara luas dalam rencana ini. Namun tentunya, hal ini masih perlu dibicarakan dengan kementerian dan lembaga terkait, guna mendapatkan solusi jitu mengatasi lonjakan harga pangan.

"Kami tidak hanya ingin BUMN saja yang terlibat. Kami malah ingin libatkan masyarakat. Tapi untuk itu, kami masih harus rapat dengan Menkominfo, Mendag dan lainnya. Saya belum ada gambaran. Pokoknya, kami akan arahkan kesana," jelasnya.

Ditemui di tempat yang sama, Kepala BPS Suryamin mengatakan, fokus pemerintah saat ini adalah bagaimana stabilitas harga pangan, di tengah iklim yang tidak menentu. Sejauh ini, kata dia, harga komoditas pangan belum menunjukan adanya tanda kenaikan.

"Beras belum ada masalah. Jagung juga. Tapi, bagaimana nanti kita menghadapi situasi hujan seperti ini. Akan ada rapat lagi yang lebih spesifik," katanya.