Pemerintah Siapkan Dana Talangan Pembebasan Jalan Tol

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono.
Sumber :
  • Danar Dono

VIVA.co.id – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa pihaknya saat ini berupaya mencari dana percepatan pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol. Hal ini lantaran kebutuhan lahan untuk pembangunan jalan tol yang masih akan besar hingga tahun 2018 mendatang.

Basuki menjelaskan, pemerintah akan membentuk Badan Layanan Umum (BLU) pembebasan lahan melalui Kementerian Keuangan. BLU ini akan menjadi sebuah badan yang dapat melayani penalangan dana pembebasan lahan hingga menjadi land banking pemerintah.

Hal ini disampaikan Basuki saat berkunjung ke Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Basuki menjelaskan bahwa dana yang dibutuhkan untuk pembebasan lahan jalan tol pada tahun 2016 adalah sebesar RP16 triliun dan hingga tahun 2018 diperkirakan mencapai Rp61 triliun.

"Kalau yang talangan ya sebesar kebutuhan di lapangan berapa nantinya, kalau yang kami ajukan kemarin kan Rp16 triliun untuk tahun 2016 ini, itu untuk tol," kata Basuki usai menemui Menteri Keuangan di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Jumat, 8 April 2016.

Namun, kata Basuki, pada tahun ini kebutuhan dana sebesar Rp16 triliun itu akan ditalangi dahulu oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) di antaranya  PT Waskita Karya, PT Jasa Marga dan  PT Hutama Karya. Pasalnya, dana yang diperoleh dari BLU itu harus melalui persetujuan dalam APBN-Perubahan tahun 2016.

"Jadi tadi,berdasarkan hasil rapat terbatas minggu lalu, saya mengirim surat ke menteri keuangan, mohon izin untuk bisa membayar (pembebasan lahan) itu. Jadi nanti yang mengganti pembebasan lahan dari BLU dengan APBN-P, tadi dengan pak menko  juga disetujui, saya tinggal menunggu jawaban dari Pak Menteri Keuangan tentang surat saya itu. Intinya sih oke dengan satu dua tiga persyaratan," kata dia.

Dia mengatakan, hal ini mendesak dilakukan mengingat adanya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 3 tahun 2016 tentang Percepatan Proyek Strategis. Jalan tol yang menjadi prioritas saat ini adalah tol Trans Jawa, Trans Sumatera, Tol Manado-Bitung dan Tol Samarinda-Balikpapan.