Pemudik Beralih ke Tol Cipali, Bagaimana Nasib Pantura?

Jalur Pantura sekarang sepi
Sumber :
  • Antara/Sigid Kurniawan

VIVA.co.id – Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) sejak Juni 2015 lalu, resmi dibuka. Sejak saat itu juga, para pemudik dan pengguna jalan berbondong-bondong pindah menggunakan jalur yang menghubungkan daerah Cikopo, Purwakarta dengan Palimanan, Cirebon, Jawa Barat itu.

Jalan tol yang terbentang sepanjang 116,75 kilometer itu juga membuat beban jalan di jalur Pantai Utara (Pantura) yang melintasi provinsi Jawa Barat sepanjang 298 kilometer dari Karawang Barat sampai Losari (perbatasan Jawa Tengah) menjadi berkurang.

"Dulu 35-55 ribu (kendaraan) per hari. Sekarang tertarik separuhnya ke Cipali," ujar Kepala Satuan Kerja wilayah I Jawa Barat Balai Besar pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN IV) Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, T. Yuliansyah di Cirebon, Jawa Barat, Jumat 24 Juni 2016.

Yuliansyah berujar, sejak tahun lalu, tol Cipali telah membuat penurunan kendaraan yang cukup signifikan di jalur Pantura. Alasan beralihnya para pemudik dan pengguna jalan itu diduga, karena jalur tol Cipali yang tidak berkelok-kelok dan jalannya yang tidak bergelombang.

"Jadi, pengguna tol Cipali mencapai 70 persen. Kalau saat ini, pengguna jalur Pantura masih 30 persen, diminati truk beban yang bawa berat. Biasanya, truk dengan beban berat ini melewati Pantura sore dan malam hari," ujar dia.

Menurut Yuliansyah, sebab 30 persen pemudik dan pengguna jalan masih setia dengan jalur Pantura, dinilai karena bisa berhenti di sembarang tempat, tak seperti di jalan tol yang hanya bisa beristirahat sejenak di rest area.

"Iya, harus di rest area. Mungkin (Pantura) ada faktor lainnya ya, banyak warung remang-remang," ungkap Yuliansyah. (asp)