PM Abe: Kerja Sama Ekonomi Jepang Identik dengan RI

PM Jepang Shinzo Abe berbincang dengan Presiden Joko Widodo.
Sumber :
  • REUTERS/Jorge Silva

VIVA.co.id – Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengatakan bahwa hubungan kerja sama ekonomi Jepang dengan Indonesia sudah sangat melekat. Bahkan, PM Abe menyebut orang Jepang bila mendengar kerja sama ekonomi, yang terbayang adalah kerja sama dengan Indonesia.

"Mulai dari menjual sumber daya alam, sampai dengan transfer teknologi, serta investasi, di mana sudah terjalin lama dan begitu erat," ungkap Abe dalam acara pertemuan Japan-Indonesia Business Dialogue di Hotel Fairmont Jakarta pada Minggu, 15 Januari 2017.

Bagi Jepang, tidak ada pencapaian saat ini tanpa adanya peran Indonesia, yang mana Indonesia sebagai pemilik banyak sumber daya, khususnya sumber daya manusia yang masih didominasi oleh kaum muda. Lalu, sumber energi dan kekayaan alam lainnya, sehingga terdapat potensi kerja sama yang luar biasa di Indonesia.

"Indonesia juga jadi pemimpin ASEAN, pusat pertumbuhan ekonomi dunia dan juga anggota G20," ucapnya.

Saat ini, Jepang telah menempatkan sarana prasarana berkualitas di berbagai negara, salah satunya di Indonesia seperti ketenagalistrikan, termasuk sektor infrastruktur.

Menurutnya, hal itu memberikan peluang bagi kalangan muda Indonesia untuk mendapatkan transfer teknologi dan pengalamannya. Juga ikut berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan peningkatan peluang kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

"Masih banyak hal yang bisa dilakukan perusahaan-perusahaan Jepang di Indonesia," tuturnya.

Kerja sama Jepang-Indonesia, ia katakan, tidak hanya terjadi di lintas pemerintah, tetapi dibangun juga oleh para pelaku usaha lainnya. Sehingga, hubungan kerja sama kedua negara meningkat lebih lanjut.

"Saya juga berharap Jepang bisa melakukan investasi-investasi yang diterima dan disambut baik masyarakat Indonesia, sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan Indonesia," tuturnya.

Pada kesempatan itu, ia menyampaikan bahwa sempat bertemu dengan masyarakat Indonesia khususnya yang belajar Bahasa Jepang dan juga alumni-alumni yang pernah bersekolah di Jepang.

"Mereka itu bagi kami merupakan aset yang sangat penting. Teman-teman dari Jepang khususnya, diharapkan bisa memanfaatkan SDM-SDM berkualitas seperti itu," ujarnya.