Penjara Tanpa Sipir yang Dilengkapi 'Kamar Intim'
- bbc
Narapidana tersebut akan membawa ke "ruangan suami-istri", sebuah ruangan berdekorasi cerah dengan ranjang besar. Di sana para napi perempuan diizinkan menghabiskan waktu intim dengan pasangan masing-masing yang datang membesuk.
Ia kemudian menunjukkan kepada para pengunjung sebuah ruangan di mana para perempuan melabeli botol sabun yang akan dijual di luar.
Penjara Apac didirikan oleh sekelompok umat Katolik pada tahun 1972 dan sekarang dikoordinir dan didukung oleh lembaga non-pemerintah Italia, AVSI Foundation dan Persaudaraan Pendukung Narapidana.
Wakil presiden AVSI Brasil, Jacopo Sabatiello, mengatakan mereka memprioritaskan kasih dan kerja di lembaga pemasyarakatan ini. "Di sini, kami memanggil semua orang dengan nama mereka, bukan dengan nomor dan bukan dengan nama julukan, yang mungkin disematkan pada mereka selama kehidupan mereka di dunia hitam," katanya.
Orang-orang yang bertobat
Para narapidana dikenal sebagai (orang-orang yang bertobat), yang mencerminkan fokus Apac pada rehabilitasi dan keadilan restoratif.
Mereka harus belajar dan bekerja, terkadang bekerja sama dengan masyarakat setempat. Jika mereka tidak - atau jika mereka mencoba melarikan diri - mereka berisiko dikembalikan ke lembaga pemasyarakatan biasa.
Banyak lembaga pemasyarakatan di Brasil kelebihan penghuni dan kerusuhan menjadi hal yang lazim terjadi. - Getty Images
Memang pernah terjadi perkelahian fisik tetapi tidak pernah ada peristiwa pembunuhan di penjara Apac, kata Sabatiello.
Ia mengungkapkan ketiadaan sipir telah mengurangi ketegangan. Beberapa perempuan napi di sini menjalani hukuman seumur hidup untuk kejahatan keji namun suasana di sana bisa tenang.
"Saya masih berusaha melupakan nomor tahanan saya yang lama," kata Aguimara Patricia Silvia Campos, napi yang mengepalai dewan penjara yang merupakan penghubung dengan pengelola.
Campos menjalani penjara empat bulan di LP biasa setelah ditangkap karena perdagangan narkoba dan menyimpan 26 gram kokain di rumah yang ia tempati bersama mantan suaminya.
"Di sana kami semua digabung dalam satu ruangan, ada 20 narapidana tidur di lantai beralaskan kasur kotor, dan makanannya tidak bisa disantap," katanya.
Ia mengatakan semua kerabatnya digeledah setiap kunjungan ke tahanan, praktik ini banyak dikeluhkan para napi perempuan.