Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Lintas

Informasi

Rabu, 1 Juli 2020 | 13:40 WIB

Pasangan Indonesia-Australia Menikah via Zoom, Ijab Kabul Menegangkan

Foto :
  • abc
Max Walden dan Shaffira Gayatri baru-baru ini menggelar akad nikah lewat Zoom karena tidak mungkin melakukannya di Surabaya di tengah pandemi virus corona.

Pandemi virus corona tidak menghalangi rencana pernikahan pria Australia dan gadis Jawa Timur yang melangsungkan pernikahan mereka melalui aplikasi Zoom.

Max Walden dan Shaffira Gayatri terpisah ribuan kilometer jaraknya antara Sydney dan Surabaya.

Baca Juga

Namun keduanya memutuskan untuk tetap melangsungkan pernikahan mereka sesuai dengan tanggal yang sudah direncanakan meski konsepnya harus berubah.

Max yang berprofesi sebagai jurnalis ABC News dan Fira, panggilan akrab Shaffira, sudah merencanakan pernikahan mereka sejak akhir tahun 2019 dan memilih tanggal 20 Juni 2020.


Fira mengaku jika persiapan akad nikahnya hanya dilakukan satu hari karena keterbatasan waktu.

Koleksi: Shaffira Gayatri

 

Saat virus corona mulai merebak, Max dan Fira, mulai berpikir realistis tentang rencana pernikahan mereka dan sempat berniat menangguhkannya sampai awal tahun depan.

Tetapi mendekati tanggal 20 Juni, keduanya kembali mendiskusikan kembali rencana pernikahan mereka.

"Saya memang agak galau. Apalagi … 20 Juni bertepatan dengan World Refugee Day dan saya sampaikan ke Max bahwa sebenarnya ini adalah momentum yang pas untuk kami menikah," kata Fira.

Fira dan Max memang sama-sama menaruh perhatian, minat, dan memiliki pengalaman pada isu-isu pengungsi.

Akhirnya sehari sebelum 20 Juni, setelah meminta pendapat dari beberapa ulama soal mekanisme pernikahan jarak jauh, Max dan Fira memutuskan untuk tetap melangsungkan pernikahan mereka.

Max semakin yakin dengan keputusannya setelah ia ingat Presiden ke-4 Indonesia, KH Abdurrahman Wahid, atau Gus Dur, juga melangsungkan akad nikah lewat sambungan telepon.

External Link: Twitter Max

Menurut Fira, pernikahan mereka hanya dilakukan secara agama karena keterbatasan waktu untuk mengurus berbagai dokumen di masa pandemi.

"Baik keluarga saya maupun Max sangat supportive saat kami menyampaikan keputusan kami untuk menikah online. Enggak ada masalah sama sekali, keluarga kami senang."

"Semua persiapan dilakukan satu hari sebelumnya. Ditemani adik saya, kami membeli make-up, bunga untuk dekorasi, dan memilih baju yang akan dikenakan pada hari pernikahan," tutur Fira.


Max dan Fira sama-sama punya kepedulian soal pengungsi dan memilih 20 Juni sebagai hari pernikahan yang bertepatan dengan Hari Pengungsi Dunia.

Koleksi pribadi

 

Kekhawatiran terbesar menikah di Zoom

Sabtu, 20 Juni 2020 lalu, Ijab Kabul keduanya dilakukan lewat Zoom dengan dihadiri keluarga dekat di rumah mereka masing-masing di Sydney dan di Surabaya, serta disaksikan oleh teman dan kerabat.

"Ijab Kabul tentu saja menjadi momentum yang sangat menegangkan, karena di Indonesia sangat penting untuk mengucapkannya dalam satu tarikan nafas," tutur Max.

"[Tapi] menurut mereka yang menyaksikan prosesi tersebut, saya sudah melakukannya dengan baik."

Sementara Fira memiliki kekhawatiran besar lain dengan prosesi Ijab Kabul lewat Zoom.

"Saya khawatir ada gangguan koneksi internet. Bagaimana kalau hang atau terputus koneksinya di tengah-tengah prosesi?" kata Fira menceritakan kegelisahan terbesarnya saat itu.

Apalagi, koneksi internet di rumah Fira memang sempat terputus sekitar setengah jam lamanya sebelum acara dimulai.

Lihat artikel asli
Topik Terkait
Saksikan Juga
Ahok Dikabarkan Menikah Lagi Februari Mendatang
TVONE NEWS - sekitar 1 tahun lalu
Terpopuler