Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Lintas

Informasi

Minggu, 12 Juli 2020 | 04:00 WIB

Turki Ubah Hagia Sophia Jadi Masjid, Dunia: Memecah Barat dan Timur

Team VIVA »
Rochimawati
Foto :
  • istanbulvision
Masjid Hagia Sophia Turki

VIVA – UNESCO, Yunani, Siprus dan para pemimpin gereja antara lain menyatakan keprihatinan tentang perubahan status museum Hagia Sophia menjadi masjid. Mereka menyatakan perubahan status itu bisa 

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan ikon Istanbul Hagia Sophia terbuka untuk ibadah umat Muslim, setelah pengadilan tinggi memutuskan konversi bangunan menjadi museum oleh negarawan pendiri Turki modern adalah ilegal.

Baca Juga

Dilansir dari Aljazeera, Minggu 12 Juli 2020, Erdogan membuat pengumuman, hanya satu jam setelah putusan pengadilan diturunkan, meskipun ada peringatan internasional untuk tidak mengubah status monumen berusia hampir 1.500 tahun, yang dipuja oleh orang Kristen dan Muslim.

"Keputusan itu diambil untuk menyerahkan pengelolaan Masjid Ayasofya kepada Direktorat Urusan Agama dan membukanya untuk ibadah," kata keputusan yang ditandatangani oleh Erdogan.

Situs Warisan Dunia yang berada di Istanbul ini merupakan magnet bagi wisatawan di seluruh dunia, pertama kali dibangun sebagai katedral di Kekaisaran Bizantium Kristen tetapi diubah menjadi masjid setelah penaklukan Ottoman atas Konstantinopel pada tahun 1453.

Putusan pengadilan segera diikuti oleh Erdogan yang mengatakan bahwa Situs Warisan Dunia yang dinyatakan oleh UNESCO ini akan dibuka kembali untuk ibadat Muslim.

Dewan Negara, pengadilan administratif tertinggi di Turki, dengan suara bulat membatalkan keputusan kabinet tahun 1934 dan mengatakan Hagia Sophia terdaftar sebagai masjid dalam perbuatan propertinya.

Terkait dengan pernyataan Erdogan, Amerika Serikat, Yunani, dan para pemimpin gereja menyatakan keprihatinan terhadap perubahan status bangunan yang diubah menjadi museum pada masa-masa awal negara Turki sekuler modern di bawah Mustafa Kemal Ataturk.

Di bawah ini adalah ringkasan reaksi internasional terhadap keputusan Erdogan.

Topik Terkait
Saksikan Juga
Terpapar Corona, Pesawat Batal Mendarat di Istanbul
TVONE NEWS - 6 bulan lalu
Terpopuler