Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Lintas

Informasi

China Kini Pegang Kendali di Laut China Selatan

Senin, 27 Juli 2020 | 12:55 WIB
Oleh :
Foto :
  • abc
China dilaporkan "sangat sopan" ketika memperingatkan kapal-kapal perang Australia yang berlayar di dekat Kepulauan Spratly yang dipersengketakan di Laut China Selatan.

Pekan lalu kapal-kapal perang Australia dan China sempat berhadap-hadapan di Laut China Selatan. Apakah terjadi konfrontasi atau hanya kontak rutin yang tak direncanakan?

Ada berbagai versi di lingkungan Departemen Pertahanan Australia tentang seberapa serius kontak kedua kekuatan maritim, Royal Australian Navy (RAN) dengan Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA-N).

Baca Juga

Pada hari Kamis (23/07), ABC melaporkan bahwa Satuan Tugas Gabungan Angkatan Bersenjata Australia telah melintasi perairan yang dipersengketakan, dalam perjalanan ke Laut Filipina untuk mengikuti latihan bersama Angkatan Laut AS dan Jepang.

Departemen Pertahanan Australia belum memberikan penjelasan resmi apakah lima kapal perang Australia berinteraksi dengan kapal perang China.

Mereka hanya menyatakan "interaksi yang tak direncanakan dengan kapal perang asing selama pelayaran telah dilakukan secara aman dan profesional".

Menurut sumber ABC, pihak China bertindak "sangat sopan" ketika memperingatkan bahwa kapal-kapal Australia akan mendekati Kepulauan Spratly yang kini dijaga oleh China.


Prajurit Angkatan Laut China melakukan patroli di Kepulauan Spratly, yang oleh China disebut sebagai Pulau Nansha. (Reuters)

 

Bukan yang pertama kalinya

Kejadian ini bukan yang pertama bagi kapal-kapal perang Australia melakukan kontak dengan militer China di kawasan itu.

Tapi kontak kali ini terjadi di saat meningkatnya ketegangan diplomatik antara Australia dan China yang notabene merupakan mitra ekonomi terbesarnya.

Hubungan Australia dengan China memang sudah bermasalah dan kini semakin meningkat, karena secara resmi mendukung posisi Amerika Serikat yang menyatakan klaim teritorial Beijing di Laut China Selatan itu ilegal.

Dalam sebuah surat kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa, Australia menolak klaim Pemerintah China atas pulau-pulau di jalur perdagangan penting dengan menyebutnya "tidak sejalan" dengan hukum internasional.

Pakar hukum internasional dari Australian National University, Profesor Donald Rothwell menilai langkah ini akan memicu kemarahan Beijing.

"Yang menarik dicermati apakah China akan mengambil posisi lebih tegas yaitu secara fisik menantang kapal-kapal perang Australia ketika melewati Laut China Selatan," ujar Prof Rothwell kepada ABC.

Lihat artikel asli
Topik Terkait
Saksikan Juga
Terpopuler