Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Lintas

Informasi

Tingginya Angka Kematian COVID-19 di Melbourne Alarm Peringatan

Senin, 10 Agustus 2020 | 16:03 WIB
Oleh :
Foto :
  • abc
Australia mencatat kematian tertinggi akibat COVID-19 pada hari Senin, 10 Agustus dengan kematian 19 orang di Melbourne.

Virus corona menjadi sebuah tantangan terbesar yang pernah dihadapi Pemerintahan Victoria, setelah Australia mencatat jumlah kematian harian tertinggi sejak pandemi dimulai.

Hal tersebut dikatakan oleh Premier Daniel Andrews saat mengumumkan jumlah penularan virus corona harian, hari Senin (10/08).

Baca Juga

Dalam 24 jam terakhir, sembilan belas orang meninggal akibat COVID-19 di Melbourne, 14 diantaranya terkait dengan klaster di Panti Jompo.

Rinciannya adalah satu pria berusia 50-an, satu perempuan 60-an, dua pria 70-an, satu pria dan enam perempuan berusia 80-an, serta satu pria dan tujuh perempuan berusia 90-an.

Sementara angka penularan corona terbaru tercatat sebanyak 322 kasus dalam 24 jam terakhir.

Berbicara sebelum pengumuman hari ini, Wakil Kepala Petugas Medis Nick Coatsworth mengatakan dia berharap pembatasan yang telah dilakukan akan bisa terus menekan jumlah kasus.

"Yang dibutuhkan warga Victoria di sini adalah melihat imbalan atas perjuangan yang mereka lalui saat ini," katanya.

"Meskipun kami tidak pernah suka mengeluarkan ramalan dari bola kristal, yang kami tahu adalah saat ini angka reproduksi dasar di bawah 1 … yang berarti tingkat infeksi akan mulai turun."

"Pembatasan yang diberlakukan pada warga Victoria, yang sangat menantang bagi mereka saat ini, akan mendorong [jumlah reproduksi] itu turun lebih jauh," katanya.

Kehidupan warga Indonesia di tengah lockdown Melbourne "Demi kepentingan bersama"

 

 

Warga Indonesia di Melbourne menjalani kehidupan di tengah pembatasan aktivitas yang lebih ketat.

"Pengalaman mereka yang tertular"

Pemerintah Victoria juga meluncurkan kampanye iklan baru yang menampilkan orang-orang yang menjelaskan pengalaman mereka terinfeksi virus corona.

Seorang ibu muda dalam video itu mengatakan dia masih merasa tidak berdaya empat minggu setelah tertular penyakit itu, sementara seorang perempuan lain mengatakan dia mengalami kerusakan syaraf di tangan kanannya.

Premier Daniel berharap kampanye itu akan mengingatkan warga Victoria bahwa siapa pun dapat terkena penyakit itu.

"Ini adalah masalah hidup dan mati, dan ini adalah tantangan terbesar yang pernah kita hadapi," katanya.

Lihat artikel asli
Read more...
Topik Terkait
Saksikan Juga
Terpopuler