Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Lintas

Informasi

Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia: Selamat dari Perasaan Tergelap

Jumat, 11 September 2020 | 09:45 WIB
Oleh :
Foto :
  • bbc
ERIKO KOBAYASHI

Eriko Kobayashi baru saja menjadi pembicara pada tahun 2018 ketika seorang penonton - perempuan berusia awal 20-an - mendekatinya.

"Dia dirawat di rumah sakit setelah mencoba bunuh diri," kata Kobayashi kepada BBC.

Baca Juga

"Dia memberi saya cincin dengan pesan motivasi sebagai hadiah, dan kami berpelukan."

Kobayashi adalah penulis "Diary of My Daily Failures", sebuah manga - buku komik Jepang - yang pertama kali dirilis pada tahun 2017.

Torico
"Tapi melalui manga yang sangat saya cintai ... saya ingin memperkenalkan Anda ke dunia saya.": Eriko Kobayashi membahas pengalamannya bertahan dari bunuh diri untuk menunjukkan kepada orang-orang bahwa ada jalan keluar

 

Manga ini menceritakan pengalaman hidup Kobayashi sebagai penyintas bunuh diri - bagaimana ia mampu mengatasi perasaan tergelap hidupnya dan selamat dari percobaan bunuh diri.

BBC berbicara dengan perempuan warga negara Jepang itu, menjelang Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia pada 10 September, tentang pekerjaannya dan bagaimana komik itu dapat membantu orang lain.

 

Torico
`Diary of My Daily Failures` dirilis pada 2017

 

Masalah kesehatan mental dan kesulitan keuangan menjadi alasan Kobayashi melakukan sejumlah upaya bunuh diri sejak usia 21 tahun.

Kobayashi percaya masalah hidupnya dimulai sejak masa kanak-kanak - dia mengalami kekerasan dan pelecehan ketika tumbuh dewasa.

Dalam manga, dia membahas "iblis" nya, termasuk detail perjalanannya ke rumah sakit dan waktu yang dihabiskan untuk berjuang.

 

Torico
"Hah? Aku masih hidup?": Eriko Kobayashi telah selamat dari sejumlah percobaan untuk bunuh diri

 

"Segalanya mencapai titik di mana saya tidak bisa tidur lagi dan mengalami mimpi buruk terus-menerus," kenangnya.

"Orang tua saya membawa saya ke banyak dokter, tapi sepertinya tidak ada yang membantu."

 

Perundungan dan pengutilan

 

Kobayashi juga menghadapi intimidasi (bullying) parah di sekolah.

"Ayah saya tidak membawa banyak uang ke rumah, jadi saya hampir tidak mampu membeli pakaian sekolah," katanya.

"Di musim dingin, saya harus mengenakan pakaian yang sama berulang kali dan itu membuat saya menjadi sasaran empuk bagi anak-anak lain."

 

Eriko Kobayashi
Eriko Kobayashi memberikan ceramah tentang pengalamannya berharap bisa membantu orang lain

 

Kobayashi menyelesaikan kuliahnya pada pertengahan 1990-an, era dimana kaum muda kesulitan mencari kerja di Jepang - disebut "Employment Ice Age".

Ketika dia akhirnya mendapatkan pekerjaan di perusahaan penerbitan Tokyo, setelah berbulan-bulan bergantung pada bantuan subsidi pemerintah. Dia memasuki rutinitas berjam-jam dengan gaji rendah.

Keuangannya menjadi sangat buruk dan bahkan mencuri makanan dari supermarket untuk sekedar memenuhi kebutuhan.

Saat itulah Kobayashi mencoba bunuh diri untuk pertama kalinya.

 

TORICO
Di puncak kesulitan keuangannya, Kobayashi mengutil makanan dari supermarket untuk memenuhi kebutuhan

 

Untungnya, dia ditemukan tidak sadarkan diri di flat-nya oleh seorang teman dan dibawa ke rumah sakit tepat waktu, meskipun dia baru bangun tiga hari kemudian.

 

Lihat artikel asli
Topik Terkait
Saksikan Juga
Terpopuler