Ada Danau Purba di Planet Mars

Mars adalah gurun yang membeku saat ini, tapi miliaran tahun lalu, air mengalir di permukaannya.-NASA / JPL-Caltech
Sumber :
  • bbc

"Kami berharap bahwa air ini pada akhirnya mendekati titik jenuh (tahap di mana garam tak lagi bisa larut), karena saat air berada di titik itu, air akan mengalir melalui bebatuan dan cenderung melarutkan garam dengan bebatuan... kita berbicara tentang beberapa puluh persen (kandungan garam di danau)."

Kadar asin air danau memiliki relevansi pada pertanyaan mengenai kehidupan. Mikroba tanah yang mampu berkembang biak dalam kondisi asin dikenal sebagai halophiles.

Tapi berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa serangga dapat menoleransi keasinan yang ekstrem saat suhu makin panas, dan suhu makin dingin saat kadar keasinan lebih rendah.

Kerentanan kondisi yang dapat ditahan oleh mikroorganisme lebih terbatas saat lingkungan sangat asin dan sangat dingin, lantaran efek pukulan ganda.

Saat ini penelitian yang sedang berlangsung adalah mengenai apakah ada kehidupan yang mampu bertahan dalam kondisi seperti di danau Mars.

Dr Orosei mengatakan: "Garam dalam konsentrasi sangat tinggi tidak ramah bagi kehidupan." Kehidupan, tambahnya, "masih memungkinkan, tapi masih banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan".

Ada juga kritik terhadap penelitian 2018, dengan sejumlah peneliti yang berpendapat bahwa danau utama bisa saja hasil dari sebuah situasi luar biasa, seperti keberadaan gunung berapi di bawah tutup kutub yang memanaskan es dari bawah.

"Dengan menemukan lebih banyak badan air, ini berarti sesuatu yang lain - ini bukanlah fenomena unik, ini bukan sebuah unicorn. Ini adalah sesuatu yang terjadi secara alami," kata Dr Orosei.

Dia mengatakan, fakta danau seperti itu dapat bertahan selama sebagian besar sejarah Mars, berarti "mereka masih bisa memelihara jejak dari bentuk-bentuk kehidupan apa pun yang bisa berevolusi ketika Mars memiliki atmosfer yang padat, iklim yang lembut dan keberadaan air di permukaan, serupa Bumi pada awalnya."

Namun, tim ini belum selesai bekerja, dan berencana untuk terus mengumpulkan data "selama Mars Express masih bertahan", kata Roberto Orosei.

Temuan-temuan ini telah dipublikasi di jurnal Nature Astronomy.

Ikuti Paul dion Twitter.