Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Pilkada

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Lintas

Informasi

COVID-19 Kembali Serang Ibu Kota India, RS Dibanjiri Pasien

Selasa, 24 November 2020 | 06:53 WIB
Oleh :
Foto :
  • bbc
Jumlah kasus Covid-19 di Delhi, India telah melebihi 500.000.-EPA

Pada 14 Oktober, Farah Husain, seorang dokter spesialis perawatan kritis di rumah sakit penanganan Covid-19 terbesar di Delhi, menghela napas lega.

"Setelah empat bulan yang melelahkan bagi petugas kesehatan di rumah sakit khusus Covid, India mencatat kenaikan harian terendah dalam kasus baru," demikian cuitannya di Twitter.

Baca Juga

Hampir sebulan kemudian, Husain terdengar sedih. "Saya benar-benar mengira kita sudah melaluinya. Sekarang kita menghadapi intensitas lonjakan kasus virus corona pada musim dingin," katanya kepada saya.

Para dokter khawatir Delhi akan menjadi pusat gelombang pertama penularan pada musim dingin di India. Ibu kota India itu sampai sekarang telah mencatat kenaikan lebih dari 128.000 kasus sejak awal November.

Pada 12 November, tercatat 8.593 kasus, yang merupakan rekor kasus harian tertinggi sejak wabah dimulai.

Delhi sekarang mencatat kenaikan kasus harian paling tinggi daripada negara bagian mana pun. Jumlah kasus total di Delhi telah melebihi 500.000.

Pada Rabu lalu, Delhi melaporkan 131 kematian akibat Covid-19, yang merupakan jumlah korban dalam satu hari yang tertinggi di kota tersebut.

Lebih dari 8.300 orang telah meninggal akibat Covid-19 sejauh ini. Tingkat positif tes virus corona di Delhi adalah 12%, yaitu lebih dari tiga kali lipat dari rata-rata nasional.

BBC

 

Rumah sakit dibanjiri pasien dan ranjang perawatan intensif terisi dengan cepat.

"Orang-orang kesulitan untuk mendapatkan tempat tidur. Bahkan saya tidak bisa mendapatkan tempat tidur untuk teman atau keluarga saya, sangat buruk," kata dokter Harjit Singh Bhatti, seorang konsultan di Rumah Sakit Manipal, sebuah rumah sakit swasta Delhi, kepada saya.

Secara total, 75 ranjang untuk pasien terjangkit virus corona dan 10 ranjang perawatan kritis di rumah sakitnya sudah terisi.

Rekan saya, Vikas Pandey, yang membawa seorang kerabatnya untuk dirawat di sebuah rumah sakit swasta terkemuka, mengatakan ada "daftar tunggu" berisi 250 pasien untuk tempat tidur Covid-19. "Ini lebih buruk daripada di musim panas. Ini gila," katanya.

Lonjakan ini dipicu oleh pembukaan kantor, pabrik dan pasar, serta peningkatan interaksi sosial selama musim festival yang ramai. Serta diperburuk oleh suhu udara yang turun dan polusi udara yang meningkat.

Lihat artikel asli
Topik Terkait
Saksikan Juga
Terpopuler