Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Pilkada

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Lintas

Informasi

Heboh Meteor Miliaran Rupiah Temuan Pembuat Peti Mati di Tapanuli

Selasa, 24 November 2020 | 14:22 WIB
Oleh :
Foto :
  • bbc
Meteorit, AFP via BBC Indonesia

 

Baca Juga

Batu meteor temuannya disebut-sebut bernilai US$1,8 juta atau hampir Rp26 miliar yang menjadikan Josua sebagai miliuner mendadak. Jika dia tidak menerima uang sebesar itu, warganet berspekulasi bahwa dia mungkin sudah ditipu.

Kenyataannya, tidak ada batu meteor yang bernilai puluhan miliar rupiah serta tidak ada yang ditipu.

Bermula dari bongkahan batu menimpa atap rumah

Kejadian bermula pada Sabtu, 1 Agustus 2020. Saat itu, Josua sedang bekerja membuat peti mati di kediamannya yang terletak di Desa Setahi Nauli, Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Tiba-tiba Josua mendengar suara gemuruh yang cukup kuat dari atas langit. Tidak berselang lama, terdengar suara dentuman yang sangat keras dari atap rumah.

"Saya terkejut dengar suara dentuman itu, lalu saya periksa ternyata ada bongkahan batu besar yang jatuh menimpa atap rumah saya hingga bocor," kata Josua yang saat itu belum tahu bahwa bongkahan batu tersebut adalah batu meteor.

Josua menyatakan batu yang jatuh tersebut tertanam hingga sedalam 15 centimeter.

"Saat saya angkat, benda itu masih terasa hangat. Saat itulah saya berpikir bahwa benda yang saya angkat tersebut batu meteor yang jatuh dari langit, sebab tidak mungkin ada orang yang melempar batu sebesar itu ke atap rumah," ujar Josua.

 

Josua Hutagalung
Josua Hutagalung menunjukkan batu meteor yang menimpa rumahnya.

 

Senang dengan penemuan batu meteor tersebut, dia langsung mengunggah foto temuannya itu ke akun Facebook-nya. Sontak saja, unggahan tersebut mendapat respons dari warganet hingga viral dan diliput banyak media.

Meteorit pada dasarnya adalah batu purba yang berada di luar angkasa dan—secara kebetulan mendarat di Bumi.

Tak heran, ada keingintahuan ilmiah yang besar pada meteorit. Berbagai pertanyaan mengemuka, mulai dari dari mana asalnya, terbuat dari apa, dan informasi macam apa yang bisa diketahui mengenai alam semesta.

Minat para ilmuwan dan pengoleksi meteorit muncul untuk memilikinya, tak terkecuali meteorit yang mendarat di rumah Josua. Namun, pada Agustus lalu, perjalanan internasional ke Indonesia masih sangat sulit akibat pandemi Covid-19.

Ketika itulah sejumlah calon pembeli dari AS menghubungi Jared Collins, seorang warga AS yang juga menggemari meteorit dan tinggal di Bali.

Jared dimintai bantuan untuk memeriksa keaslian meteorit milik Josua Hutagalung di Tapanuli Tengah.

Jared juga diminta melindungi meteorit tersebut dari kemungkinan kerusakan dan kontaminasi yang mungkin terjadi akibat penanganan meteorit yang tidak tepat, serta menyampaikannya dengan aman kepada koleganya di AS.

"Bukan main gembiranya mendapat kesempatan itu, memegang sesuatu yang asli, benda yang tersisa dari tahap awal penciptaan tata surya kita," kata Jared kepada BBC.

Lihat artikel asli
Topik Terkait
Saksikan Juga
Terpopuler